WM Ngangsu Kawruh : Memahami Seluk Beluk Wonosobo

WM Ngangsu Kawruh : Memahami Seluk Beluk Wonosobo

Pada akhir bulan Oktober kemarin Wonosobo Muda kembali mengadakan temu tatap muka dan ngobrol tentang Wonosobo di masa lalu, terutama di sekeliling wilayah gunung Sindoro yang punya banyak candi.Kami berbincang dengan Mas Erwin, wartawan senior di Wonosobo Ekspress, yang juga merupakan tim ekspedisi Sindoro Sumbing yang sempat menjajaki beberapa tempat untuk menemukan kaitan candi dan peran gunung dalam menyediakan air.

Di masa lalu candi merupakan pusat peradaban. Kenapa ya letaknya di dekat gunung? Karena gunung adalah sumber air, sumber kehidupan, tanahnya subur jadi mudah bertani. Candi-candi yg ada di Wonosobo dan sekitarnya ada kemungkinan menjadi pertanda sumber air dan pusat peradaban manusia di jaman dahulu. Dan semua candi itu mengarah ke Sindoro.
Oia ingat gak asal kata Wonosobo? Yaitu Wana yg berarti alas.

Sedangkan fungsi alas adl tempat menampung air, yg oleh bumi diolah mjd mata air, lalu dialirkan ke daerah2 yg lebih rendah. Dg kata lain, Guning Sindoro dan sekitarnya mjd sumber air untuk kehidupan. Ada hipotesis wilayah ini pernah jd pusat peradaban manusia jaman dulu.

Di wilayah teman2 tinggal, ada yg masih memakai aliran mata air untuk kehidupan sehari-hari? Bagaimana kondisi sekarang dibanding jaman dulu? Sama saja atau lebih sedikit aliran airnya? Mungkin da tapi debit airnya tidak sekencang dulu. Menurut Mas Erwin ada kemungkinan di daerah lereng gunung, hutan2 yg menjadi penjaga air sudah berkurang, jd berpengaruh ke persediaan air di masa depan. Dampaknya ya bisa ke pertanian warga di lereng gunung.
Wah penting banget ya fungsi hutan itu.

Kami sempat mengadakan sesi diskusi di grup Whatsapp dan merangkum hasilnya dalam artikel berikut.
WM Ngangsu Kawruh: Memahami Wonosobo Dahulu dan Sekarang

Diskusi tentang sumber air tidak pernah lepas dari ketersediaan hutang yang semakin berkurang, tambang pasir yang merusak tanah dan pertanian. Saat ini banyak lahan yang harusnya menjadi daerah resapan diubah menjadi lahan pertanian. Lahan pertanian jaman sekarang tidak jauh dari penggunaan pestisida agar hasilnya memuaskan. Yang menjadi korban pada akhirnya adalah manusia sendiri. Salah satu solusinya adalah agar kita sebagai manusia juga tidak terlalu bergantung pada pertanian adalah dengan bertani secara mandiri. Simak tips dari Mas Erwin di artikel berikut.
Generasi Millennials Wajib Tahu Nih! Bertani Zaman Now yang Bisa Kamu Terapkan Mulai dari Sekarang

Dengan aktivitas seperti ini diharapkan bisa ikut membangun kesadaran anak muda untuk terus berkontribusi pada sekitar.

 

WM Ngangsu Kawruh : Bagaimana Menemukan Passion dan Membentuk Citra Diri oleh Novia Puspita Shinta

WM Ngangsu Kawruh : Bagaimana Menemukan Passion dan Membentuk Citra Diri oleh Novia Puspita Shinta

WM Ngangsu Kawruh adalah salah satu kegiatan internal yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan menjalin silaturahmi antara anggota di Wonosobo. Acara ini biasanya dilakukan secara online di grup Whatsapp Wonosobo Muda dengan mengundang beberapa pakar ahli untuk berbagi ilmunya.

Kali ini, tim Human Development Wonosobo Muda mengadakannya secara offline dengan tema Bagaimana Menumbuhkan Passion dan Membentuk Citra Diri. Acara dimulai pukul 10.00 dibuka oleh Kholifatus Sa’adah selaku MC, kemudian dilanjutkan perkenalan Mbak Shinta. Setelah perkenalan dilanjutkan materi, kemudian di awal peserta diminta untuk melakukan tes MBTI di https://www.16personalities.com/id/tes-kepribadian.

Setelah semua peserta selesai, peserta diajak untuk mengetahui karakter seperti apakah kamu. Setelah itu tiap peserta jg diminta menuliskan tentang apa yg ingin dilakukan. Peserta diberikan waktu 5 menit untuk menuliskannya. Setelah itu Mbak Shinta meminta dua orang peserta  untuk membacakannya. Ada peserta yang bercerita tentang ingin mengembangkan jualan baju onlinenya. Kemudian ada juga yang menceritakan tentang keinginannya untuk membuat merchandise yang berisi tentang lingkungan, agar manusia menjaga lingkungannya.

Setelah itu Mbak Shinta jg meminta peserta untuk menuliskan 3 most important questions (sebaiknya dilakukan tiap hari atau satu bulan sekali) yaitu experiences, growth, contribution. Untuk ini peserta diberikan waktu 10 menit, dan ada 2 orang yg maju. Mereka menceritakan tentang apa yg ingin dan sedang mereka lakukan.

Berikut rangkuman materi kegiatan Ngangsu Kawruh kemarin.

  • Setiap orang memiliki passion masing-masing. Potensi digali kemudian buatlah citra diri. Cari tau citra diri apa yang ingin disampaikan.
  • Premis branding adalah membayangkan kita sebagai kepala suku,memiliki pengikut, dan bagaimana mempertahankannya. 3 kunci branding = jujur, everlasting,misi/pesan khusus. Branding ada 2 yaitu marketing dan sales. Marketing = explore new media. Sales = memanfaatkan momentum yg ada.
  • Brand bukanlah suatu logo, bukan identitas, dan bukan produk. Brand adalah perasaan tulus ttg sebuah produk, menunjukkan keberadaan kita, dan orang lain yang akan menilai.
    Membangun branding berarti  membangun kepercayaan/trust.
  • Setiap manusia memiliki sifat alamiah seperti membantu, meniru, budaya, moral,hingga berpakaian. Lalu bagaimana membangun branding? Pilihlah salah satu (menjadi ciri khas).
  • Indikator untuk mencari apa yang aksn dicitrakan : Apa (what), audiensnya siapa, pesannya apa, 3 ide penting yang ingin disampaikan, kapan waktunya, dan dimana (platform yg digunakan ; ig/youtube, twitter, fb, dll).
  • The 3 most important question dalam membangun branding (dilakukan untuk evaluasi bisa setiap minggu/setiap bulan) : EXPERIENCE, GROWTH, CONTRIBUTION.
  • Pesan : dalam membangun branding antusiasme sesorang itu biasa, namun bagaimana kita bertahan dan menjaganya itu yg sulit. Oleh karena itu dalam prosesnya kita harus dapat menerima kegagalan dan menerima kenyataan bahwa kita tidak baik2 saja.

Bagi yang ingin mengunduh materinya, bisa klik di sini.

Semoga bermanfaat. Nantikan acara Ngangsu Kawruh selanjutnya ya.