Geni Isno Murti

Geni Isno Murti

“….Saya ibaratkan komunitas ini seperti penambang emas. Setiap yang di lakukan akan menghasilkan bernilai emas, makin digali makin muncul emas-emas baru. Bayangkan dari websitenya aja sudah bikin semangat, karena inspirasinya adalah orang-orang dekat disekitar wonosobo. Ini juga jadi pioneer pemersatu, karena saya yakin banyak orang yang pengen kembali ke Wonosobo Cuma gag punya wadah. Semoga pemimpin-pemimpin masa depan wonosobo akan lahir dari komunitas ini.” –

(Master in Telecommunication and Media Engineering, Offenburg University of Applied Science – Jerman)

Agus Pulung Sasmito

Agus Pulung Sasmito

“…membaca tujuan dari Wonosobo Muda sangat menarik dan saya apresiasi. Semoga tujuan tersebut bisa tercapai dan bisa memperbaiki mindset genererasi muda di Wonosobo untuk berkarya dan produktif.” –

(Asisten Professor McGill University Montreal QC Canada)

APA YANG KAMI LAKUKAN

APA YANG KAMI LAKUKAN

Menebarkan hal positif lewat tulisan dan gerakan yang inspiratif, bergerak lewat project-project yang kreatif dan inovatif, belajar mengasah kepekaan sosial lewat berbagi, memberdayakan potensi anak muda dengan membuka akses informasi, komunikasi, dan membangun jaringan.

Wonosobo Community Connection

Wonosobo Community Connection

“Beri aku 1000 orang tua, akan kucabut gunung dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, maka kuguncang

dunia”—Sukarno, presiden pertama RI.

Merasa akrab dengan kutipan di atas? Tentu, sekarang jamannya pemuda bersatu dan bergerak untuk pembanguan bangsa! Kali ini salah satu program Wonosobo Muda, yaitu WM Community Connections, ingin menggabungkan kekuatan pemuda-pemuda di Wonosobo dengan membuat jaringan terstruktur komunitas/paguyuban/organisasi yang beranggotakan pemuda asli Wonosobo, baik yang berbasis di dalam maupun luar kota. Dengan terstrukturnya peta komunitas/paguyuban/organisasi tersebut, diharapkan akan semakin mempermudah komunikasi dan koordinasi yang akan kita lakukan, terkait dengan tujuan kita bersama yaitu ikut berpartisipasi membangun negeri dengan membangun kota kita tercinta, Wonosobo.

connection

Salam, Kawan Muda!

Kilas Balik “Cerita Dua Cita-Cita”

Kilas Balik “Cerita Dua Cita-Cita”

kilasPada 7 September 2015 lalu, bertempat di gedung Sasana Adipura, dilaksanakan acara Cerita Dua Cita-cita yang merupakan salah satu rangkaian acara Pameran Buku Gramedia yang diselenggarakan pada pukul 14.00 sampai 16.00. Tim Wonosobo Muda mendapatkan sebuah kesempatan untuk menjadi penyaji dalam acara tersebut dengan mengangkat tema Kiprah Anak Muda dalam Berkarya dan Meraih Cita-Cita. Berikut ulasannya:

Adalah mas Geni Isno Murti dan mas Kristian Satrio Arwanto (Templek) yang menjadi narasumber, serta , mas Affix Mareta bertindak sebagai moderator yang membawakan jalannya acara Cerita Dua Cita-cita pada kesempatan tersebut. Saat ini, mas Geni sedang menempuh pendidikan S2 di Jerman tepatnya di Offenburg University of Applied Science pada jurusan telco and media engineering. Sementara itu, mas Templek sedang sibuk dengan kegiatan promosi single terbarunya bersama Rigby Band sebagai basist.

Perjalanan Mas Geni untuk mengenyam pendidikan pasca sarjana-nya saat ini diakuinya berawal dari “keisengannya” mengirimkan aplikasi beasiswa Kementrian Pendidikan saat ia masih berada di salah satu site Adaro Energy di Kalimantan. Lamaran yang awalnya sekedar iseng tersebut ternyata diterima, sehingga kini dia dapat mengenyam pendidikan di bidang yang ia inginkan tesebut.

Lain halnya dengan mas Geni, impian mas Templek dan Rigby Band untuk masuk ke dapur rekaman diawali dengan mengirimkan video klip, yang membawa mereka lolos seleksi dan berhak mengikuti audisi final di Hard Rock Café Bali. Meskipun tidak memenangkan kejuaraan tersebut, sekembalinya dari Bali, ternyata Rigby Band  mendapatkan telepon berupa penawaran kontak di salah satu mayor label di Indonesia, hingga saat ini mereka telah merilis dan tengah mempromosikan single-nya yang berjudul Tuhan Jangan Lama-Lama.

Ketika ditanya apa yang mereka lakukan selama SMA sehingga saat ini bisa membawa mereka sukses berkarya di bidang masing-masing, kompak, keduanya memberikan banyak bermain sebagai jawabannya. Meskipun banyak bermain, mas Geni mengaku tetap bertanggung jawab dengan pendidikannya sehingga keduanya dapat berjalan seimbang. Sementara itu, mas Templek merasa bahwa awal karirnya di bidang musik diawali semasa SMA, ketika dia dipercaya oleh guru seni musiknya untuk merawat ruang bermain musik di SMA, yang membuatnya mengenal berbagai alat musik yang saat ini menjadi sahabatnya dalam berkarya.

Memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan di luar Wonosobo membuat keduanya sering terjun dalam berbagai aktivitas yang mengenalkan mereka pada teman-teman baru dari berbagai daerah. Dari sinilah, mas Templek mengembangkan band-nya saat ini. Sementara bagi mas Geni, belajar bersosialisasi, demo dan lainnya membuat mentalnya lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Mas Geni dan mas Templek juga sama-sama mengamini bahwa dalam perjalanan mereka di bidangnya masing-masing banyak hal yang telah mereka lalui, baik yang memberikan pengalaman yang enak maupun tidak enak untuk diingat, meskipun demikian, mereka setuju bahwa pengalaman, akan menjadi guru terbaik bagi kita untuk mencapai cita-cita masing-masing. Selamat bermimpi, dan bercita-cita, sahabat muda Wonosobo :) Kilas Balik "Cerita Dua Cita-Cita" simple smile

#MozBelajar Wonosobo Muda

#MozBelajar Wonosobo Muda

Sabtu, 5 September 2015 lalu, salah satu anggota Wonosobo Muda, Ahmad Munif mengadakan acara pelatihan Web Maker untuk siswa SMK dan umum. Acara tersebut diselenggarakan dua kali, yaitu di SMK 1 Wonosobo dengan peserta siswa SMK, dan di Perpusda Wonosobo dengan peserta umum.
Acara dimulai jam 14:00 WIB dan dimulai oleh sambutan dari Afix Mareta, Wakil Koordinator Wonosobo Muda. Setelah dilakukan pembahasan tentang Wonosobo Muda kepada peserta, kini giliran Munif menjelaskan tentang #MozBelajar yang berisi materi Webmaker. Continue reading →