Program Radio “DISKO” – Diskusi Kolaborasi

Program Radio “DISKO” – Diskusi Kolaborasi

Mulai bulan Maret 2019, Wonosobo Muda mempunyai satu kegiatan rutin yang diadakan setiap Sabtu malam, yaitu DISKO – Diskusi Kolaborasi. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara radio Pesona FM 92.1 dan Wonosobo Muda.

Program bincang diskusi ini akan dilangsungkan selama satu jam dari pukul 19.00-20.00. Siaran ini dikemas dalam bentuk talkshow dengan Mas Tunjang dari Pesona FM dan Dian Ristia Kuntari dari Wonosobo Muda bertindak sebagai moderator dan Agung Nugroho dan Fayed R. Mahendra sebagai notulen. Program ini mengambil tagline ” Bersuara sampai Titik Inti.” di mana setiap pekan, kami membahas dan mengupas topik-topik kebijakan publik dari perspektif anak muda. Tiap minggunya kami juga akan mengundang perwakilan dari instansi terkait untuk mendengarkan penjelasan dari sudut pandang pemerintah daerah. Harapannya dengan adanya program ini, kami dapat membantu mensosialisaikan program-program pemerintah, membumikan isu kebijakan publik kepada masyarakat terutama anak muda, juga memberikan platform atau wadah bagi anak muda untuk bersuara dan menanggapi isu-isu yang ada di kota kami.

WM Health for Pasar Kumandang

WM Health for Pasar Kumandang

“Kesehatan yang baik bukanlah sesuatu yang dapat kita beli. Namun, sesuatu yang dapat menjadi tabungan yang sangat berharga.” – Anne Wilson Schaef –

WM Health for @pasarkumandang adalah sebuah inisiasi dari salah satu anggota Wonosobo Muda @laelinurhasanah.
Program ini bertujuan untuk edukasi & pendampingan makanan sehat dan aman untuk pedagang makanan di Pasar Kumandang, Desa Bongkotan.

Nah, apa aja yg akan dilakukan di proyek ini?
1. Inventaris makanan & jajanan tradisional
2. Edukasi makanan sehat, bergizi & aman
3. Pendampingan higiene sanitasi penjual makanan di pasar kumandang
4. Konsultasi gizi dan kesehatan

Untuk mensukseskan program ini, Wonosobo Muda juga membuka kesempatan untuk teman-teman menjadi RELAWAN FASILITATOR di kegiatan edukasi makanan sehat dan bergizi. Relawan ini terdiri dari berbagai elemen anak muda, dan tidak harus yang mempunyai latar belakang kesehatan.

Proyek edukasi ini telah dilakukan dari tanggal 18 Januari -15 Februari 2019 pukul 13.00-17.00 di Pasar Kumandang, Desa Bangkotan, Kertek, Wonosobo.

sWara Muda on Stage : Pemuda Berdaya

sWara Muda on Stage : Pemuda Berdaya

Swara Muda on Stage merupakan sebuah acara manifestasi acara mingguan Swara Muda yang biasanya dibawakan di radio Citra FM setiap Sabtu jam 19.00. Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo, dalam rangka HUT Wonosobo yang ke 193, Wonosobo Muda berhasil menyelenggarakan Swara Muda on Stage pada tanggal 12 Agustus 2018.

Swara Muda on Stage menjadi acara dalam bentuk talkshow tatap muka tentang banyaknya potensi sumber daya anak muda di Wonosobo yang belum terblow-up oleh media. Kami ingin menyuarakan jejak-jejak baik anak muda yang bisa kita jadikan Acara ini mengusung tema besar “Pemuda Berdaya” yang akan membagikan semangat dan ilmu bagaimana menjadi pemuda berdaya dengan menjadi diri sendiri, serta memberi contoh untuk melawan keterbatasan dengan kemauan belajar yang kuat.

Pada acara tersebut, kami mengundang beberapa anak muda yang berjuang melawan keterbatasannya dan ada pula yang sudah merintis karir dan jalannya untuk berbagi semangat dan ilmunya kepada para peserta.

Mereka adalah

  1. Komunitas Tuna Rungu Wonosobo
    Komunitas ini berbagi kepada peserta tentang bagaimana mereka berkomunikasi, dan kegiatan apa saja yang mereka lakukan di komunitas. Komunitas ini menunjukkan kepada peserta bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk terus hidup dan berkarya.
  2. Fahmi Kurniawan
    Fahmi merupakan lulusan fakultas Kedokteran UI yang juga telah berhasil menaklukkan keterbatasan ekonomi yang dihadapinya sejak sebelum kuliah. Fahmi terlah membuktikan bahwa semangat dan tekad yang kuat adalah kunci untuk meraih apa yang sudah diimpikan.
  3. Said Abdulloh
    Adalah seorang sarjana lulusan etnomusikologi dan sedang mendalami alat musik tradisional khas Wonosobo bernama Bundengan, yang membawanya ke Australia untuk pementasan di beberapa universitas di sana. Di acara ini, Said menceritakan perjalanannya bersama Bundengan, dan bagaimana Bundengan telah turut berkontribusi dalam kesuksesan hidupnya.
  4. Bagus Santoso
    Menekuni seni pantomim sambil berdagang adalah salah satu hasil kreativitasnya dalam berkarya. Melalui pantomim, Bagus dan beberapa temannya berhasil menyajikan seni ke dalam kehidupan sehari-hari, yang tentu membawa tawa dan kegembiraan bagi siapa saja yang membeli dagangannya. Inovasi yang kreatif ini telah menjadi sarana Bagus dalam berkarya dan mengekspresikan diri.

Acara ini dihadiri oleh sekitar 60an peserta yang berasal dari berbagai kalangan seperti siswa sekolah, mahasiswa, beragam profesi dan anggota komunitas.

Semoga acara ini bermanfaat dan menambah semangat kita untuk terus bermimpi dan berkarya!

Kopdar 2018: Energi Baru, Semangat Baru

Kopdar 2018: Energi Baru, Semangat Baru

Setiap tahun, kami mengadakan kopi darat sebagai ajang berkumpul dan mempererat silaturahmi sesama anggota karena banyaknya anggota yang tersebar di berbagai kota selain Wonosobo. Kopdar di tahun sebelum-sebelumnya selalu kedatangan anggota baru, namun kali ini kami tidak mengadakan open recruitment dengan alasan ingin lebih mempererat hubungan anggota yang sudah ada. Namun, jangan khawatir karena meskipun kamu belum tergabung dengan kami, kamu bisa berpartisipasi dalam kegiatan kami.

Akhir Desember, kami mulai memikirkan tentang perombakan struktur baru dalam rangka menjaring energi baru yang bisa menyalurkan semangatnya untuk Wonosobo Muda yang lebih baik dan kontributif. Kopdar ini menjadi sarana untuk melakukan transisi tersebut, terutama pergantian kepemimpinan. Kopdar dirancang dengan konsep santai untuk mendekatkan sesama anggota yang ikut, dan sekalian ‘malam tahun baruan’ bersama. Acaranya berlangsung dari tanggal 31 desember sore hari hingga 1 Januari siang jam 12.00. Lokasi kaki gunung dipilih, agar bisa menikmati sensasi liburan tahun baru, tepatnya di desa Sigedang, Kejajar , di rumah salah satu anggota Wonosobo Muda, yang dekat dengan lokasi perkebunan Teh Tambi.

Di acara kopdar kali ini kami mengawali dengan evaluasi mendalam oleh peserta tentang apa yang selama ini dirasakan di Wonosobo Muda, sehingga kami tahu bagian mana yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan di masa depan. Proses evaluasi dalam suatu komunitas atau organisasi menjadi langkah awal untuk perubahan yang lebih baik. Banyak sekali feedback yang menjadi masukan untuk perbaikian Wonosobo Muda ke depan. Dari feedback tersebut, kami sadar masih banyak kesalahan dan hal yang harus diperbaiki, namun itu bukan berarti kami berhenti. Mengetahui kesalahan merupakan hal yang positif karena kami bisa tahu bagian mana yang harus diperbaiki.

Setelah evaluasi selesai, kami melanjutkan obrolan ringan dengan acara bakar-bakaran, sekaligus menghangatkan badan.

Salah satu Kopdar kemarin adalah untuk memberikan meaningful moments bagi sesama anggota, agar apapun yang terjadi, kami bisa tetap solid dan tidak segan satu sama lain.

Menjelang jam 12 malam, kami bersiap-siap memindahkan bakaran ke luar, sambil menikmati malam yang kebetulan cerah sekali, juga ada bulan yang cerah sekali tidak tertutup awan satupun.

Kami menyalakan lilin dan setiap orang menyebutkan harapan untuk Wonosobo Muda dan harapan untuk pribadi.

 

 

 

 

 

Pagi harinya kami menyambangi perbatasan antara Temanggung dan Kejajar, untuk berburu pemandangan (dan foto tentunya).

Setelah selesai, kami bergegas menuju acara inti, yakni presentasi mimpi, visi dan misi Wonosobo Muda serta diskusi proyek untuk setahun ke depan. Acara kopdar sekaligus menjadi sarana untuk regenerasi ketua. Ketua atau koordinator WM yang sebelumnya dipegang oleh Denis Dimas Permana, kini diamanahkan kepada Faid Nawawi. Faid merupakan alumni UI jurusan Kriminologi yang sebelumnya menjadi Koordinator Project Development dan telah menelurkan beberapa proyek seperti Jembatani dan Student Development.

Semoga di bawah kepemimpinan Faid, Wonosobo semakin kontributif dan juga semakin banyak menelurkan kegiatan yang bisa menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan di Wonosobo.

 

Mbakyu Blogger Edutalk#16 : Kupas Tuntas Wonosobo Muda

Mbakyu Blogger Edutalk#16 : Kupas Tuntas Wonosobo Muda

Ada yang masih belum paham, atau tau Wonosobo Muda komunitas apa sih? Mbakyu Blogger, melalui acara Edutalk-nya, mengupas tuntas tentang Wonosobo Muda. Simak ulasan berikut.

Sabtu, 5 Agustus 2017 lalu, Wonosobo Muda diberi kehormatan untuk berpartisipasi dalam Edutalk ke 16 yang bertepatan dengan Pesta Buku Gramedia 2017 di Gedung Korpri. Adalah dua co-founder Wonosobo Muda, Abdul Choliq dan Khafidlotun Muslikhah (Apid) hadir sebagai pembicara untuk mengupas WM mulai dari awal terbentuk, kenapa harus ada WM hingga kegiatan WM saat ini.

  1. Wonosobo Muda itu komunitas apa, siapa ketuanya dan berapa orang anggotanya?

Wonosobo Muda adalah bentuk kepedulian kami sebagai pemuda untuk berbuat sesuatu di kota kelahiran. WM diharapkan menjadi wadah untuk siapa saja yang berasal dari Wonosobo atau yang tinggal di Wonosobo untuk berkarya, membuat sesuatu yang bermanfaat untuk Wonosobo. Mungkin terdengar klise dan masih jauh dari kondisi sekarang, tapi kami akan tetap berusaha.

Ketuanya adalah Denis Dimas Permana, yang juga merupakan founder. Denis lah yang pertama menginisiasi dan mengajak Choliq dan Apid untuk membentuk WM.

Anggota Wonosobo Muda saat ini sudah mencapai 150 yang tersebar di berbagai wilayah domisili seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Wonosobo. Anggotanya terdiri dari berbagai macam latar belakang, dari mulai siswa SMA hingga yang sudah bekerja dan berkeluarga. Kami membentuk sistem WM Chapter/region untuk memudahkan koordinasi dan selalu guyub atau terjaga silaturahimnya.

  1. Fokus WM di bidang apa?

Pada rancangan awalnya, kami ingin bergerak di beberapa bidang yang langsung bersentuhan dengan Wonosobo seperti pertanian, wisata dan ekonomi kreatif, kebijakan publik, pendidikan dan lingkungan. Namun saat ini kami memang masih berfokus pada bidang sosial dan pendidikan seperti bakti sosial, Jembatani, kunjungan ke sekolah, Student Development, dan Wonosobo Young Leader Summit. Saat ini beberapa bidang lainnya masih dalam tahap diskusi dan belum berwujud dalam kegiatan nyata.

  1. Bagaimana awal terbentuknya Wonosobo Muda?

Awalnya WM hanyalah pemikiran seorang Denis. Dua orang lainnya, tiba-tiba dihubungi untuk diajak berdiskusi di suatu malam. Setelah berdiskusi, ternyata kami mempunyai kesepahaman pentingnya dibuat suatu wadah untuk menampung pemuda Wonosobo yang ingin berbuat sesuatu untuk kotanya. Dan resmilah, mulai saat itu, weekend kami tersita, setiap akhir pecan bertemu untuk merealisasikan Wonosobo Muda, menyusun langkah awal untuk mengembangkannnya.

Kami memulai gerakan dari ranah media sosial dengan membuat beberapa akun social media, mengisi dengan beberapa quotes, dan menulis kisah-kisah orang Wonosobo yang sukses untuk dimuat di website dan disebarkan melalui sosial media. Dari sanalah WM mulai dikenal keberadaanya. Ada sambutan yang luar biasa dari para pemuda Wonosobo di sosial media. Pada akhir 2014, WM melakukan open recruitment anggota pertama dengan sekitar 70 anggota yang mendaftar. Awal 2015, kami melakukan kopdar akbar yang mengundang para aktivis sosial di Wonosobo, pemerintahan, hingga Pak Bupati (Kholiq Arief) menyempatkan hadir pada saat itu. Kopdar tersebut menjadi awal dari gerakan Wonosobo Muda di dunia nyata.

  1. Suka dan Duka WM selama 3 tahun apa saja?

Sukanya banyak sekali. Berkumpul Bersama teman-teman yang punya tujuan yang sama, serta menyaksikan bahwa banyak pemuda yang masih peduli dengan kota kelahirannya adalah salah satu suka yang tak ternilai harganya. Apalagi jika melihat teman-teman banyak yang antusias dalam menyusun dan melakukan kegiatan. Selain itu, bisa memberikan sesuatu kepada kota kelahiran, mengajak orang lain untuk ikut peduli, bisa berkorban untuk sesuatu yang kita sukai juga memunculkan kepuasan tersendiri selama menjalankan WM.

Untuk duka, Choliq dan Apid memiliki persepsi masing.masing. Menurut Apid, duka selama di WM adalah kesulitan dalam memahami karakter anggota-anggotanya dan membuat semua anggota bisa nyaman berkontribusi di WM. Ternyata itu tidak mudah karena anggotanya mempunyai berbagai macam latar belakang, terutama pendidikan. Tapi dari sana justru belajar lebih dalam memahami berbagai karakter manusia.  Menurut Choliq, tidak ada dukanya karena usaha memahami karakter orang lain menjadi sebuah proses yang harus diterima sebagai bagian dari berkembangnya komunitas. Jadi dukanya tidak ada.

  1. Program kerja apa saja yang sudah dilakukan, akan dilakukan dan rutin dilakukan?

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, program kami sebagian besar masih bergerak di bidang pendidikan, yaitu Jembatani, Student Development, Wonosobo Young Leader Summit, dan kegiatan kolaborasi lain seperti dengan Mbakyu Blogger dan Keluarga Sosial. Kami juga pernah mengadakan acara nonton bareng untuk para ibu muda, acara sharing pendidikan di SMP dan lembaga pendidikan informal, serta sharing kepada anak-anak SMA tentang perkuliahan.

Sebagian program tersebut dihasilkan dari obrolan saat kami berkumpul rutin di chapter masing-masing. Kami ingin menjadikan silaturahim sebagai kegiatan rutin. Dari sana, biasanya muncul ide-ide untuk membuat kegiatan. Dari kegiatan tersebut, keterikatan emosi antar anggota akan mulai terbangun, sehingga di manapun para anggota berada, hatinya akan selalu terpaut dengan Wonosobo atau selalu pulang. Karena kami mengartikan pulang itu tidak harus dalam bentuk fisik, tapi bisa dalam bentuk gagasan.

  1. Bagaimana hubungan adanya WM dengan kontribusi untuk Wonosobo?

Wonosobo Muda ingin menjadi sebuah wadah gerakan yang bertujuan meningkatkan partisipasi pemuda untuk pembangunan kota kelahirannya. Bentuk kontribusi kami ke Wonosobo adalah dengan menebarkan hal positif lewat tulisan dan gerakan yang inspiratif, bergerak lewat kegiatan yang kreatif dan inovatif, belajar mengasah kepekaan sosial lewat berbagi, memberdayakan potensi anak muda dengan membuka akses informasi, komunikasi, dan membangun jaringan.

Meskipun saat ini kami masih banyak bergerak di bidang pendidikan, kami sangat terbuka dengan kerjasama kegiatan, ide kegiatan yang bermanfaat, dan ajakan partisipasi di kegiatan Wonosobo. Di Wonosobo Muda, kami tidak hanya ingin berkontribusi keluar, tetapi juga bersama-sama belajar berbuat sesuatu yang bermanfaat.

  1. Apa pesan WM untuk pemuda-pemuda Wonosobo?

Teruslah belajar dari manapun dan siapapun, dan gali potensi diri untuk menjadi manusia bermanfaat, karena ilmu itu tidak hanya ada di sekolah.

  1. Bagaimana jika ingin bergabung dengan Wonosobo Muda? Syaratnya apa?

Jika ingin secara resmi bergabung, biasanya WM membuka open recruitment di akhir tahun. Jadi tunggu saja. Syarat secara administratif adalah berasal dari Wonosobo atau berdomisilu di Wonosobo. Syarat utamanya, yang penting punya kemauan untuk guyub dan urun rembuk buat Wonosobo. WM juga tidak mensyaratkan semua yang ingin ikut kegiatan harus masuk WM dulu, tapi silakan sekali jika ingin ikut berpartisipasi di acara atau kegiatan yang WM adakan, WM sangat terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung.

 

 

Rembug Online Bareng Media Sosial Wonosobo : Satukan Tagar Majukan Wonosobo

Rembug Online Bareng Media Sosial Wonosobo : Satukan Tagar Majukan Wonosobo

 

Sabtu, 15 Juli 2017 bertempat di Pendopo Bupati, Wonosobo Muda bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengadakan event Rembug Online Bareng Social Media Wonosobo. Event ini masuk dalam rangkaian acara hari jadi Wonosobo yang ke 192. Rembug online ini dihadiri olah kurang lebih 100 peserta yang merupakan admin social media Wonosobo, bahkan admin medsos dari luar kota pun juga hadir seperti @IniPurwokerto.

Acara Rembug Online dibuka oleh Agus Subagyo, Wakil Bupati Wonosobo. Keramah tamahan Bapak Wakil Bupati membawa suasana acara sangat hangat dan menyenangkan. Pak Agus sadar akan dampak adanya social media. Oleh karena itu, beliau juga memanfaatkan social media sebagai tempat untuk masukan, saran dan kritikan di akun pribadi instagramnya @agussubagyo15.

Sri Fatonah Ismangil yang merupakan Kepala Seksi Informasi Publik Diskominfo Wonosobo juga menyampaikan sambutan dalam acara Rembug Online ini. Bu Fatonah menyampaikan sebelum lahirnya Wonosobozone, Wonosobo memiliki e-wonosobo.com sebagai satu-satunya portal informasi di dunia maya. E-wonosobo.com sendiri diprakarsai oleh Tyovan Ari (Founder Bahaso).

Rembug Online mengundang dua pembicara utama yaitu @Dyodoran yang merupakan penggiat Social Media dan Septiaji Eko Nugroho yang merupakan Pelopor Anti Hoax. @Dyodoran atau yang kerap disapa Mas Dyo ini memberikan materi mengenai cara mengelola social media dengan baik, cara menambah followers di Instagram, tips prime time untuk upload yang tepat, dsb. Pembicara kedua yaitu Septiaji Eko Nugroho berbagi tips mengenai cara untuk mengenali berita hoax. Pelopor Anti Hoax yang kerap di sapa Mas Aji ini mengatakan bahwa menyebarkan berita hoax itu sangat berbahaya. Mas Aji mengajak semua admin media social untuk mengklarifikasi segala jenis informasi agar tidak terjadi keresahan sosial.

Acara ini diadakan karena komunitas di Wonosobo masih belum punya satu hastag (tagar). Admin sosmed belum kompak dalam mempromosikan Wonosobo karena adanya perbedaan hastag. Acara ini bertujuan untuk menyatukan tanggar/hastag setiap komunitas Wonosobo dalam setiap posting, mulai dari kuliner, budaya, objek wisata, dan lain-lain. Sehingga dengan satu hastag Wonosobo dapat menjadi Trending Topic Social Media sehingga dikenal seluruh Indonesia bahkan dunia. Setelah adanya Rembug Online dibentuk grup Rembug Online sebagai wadah untuk bertukar informasi mengenai Wonosobo dan hot issue yang ada di Wonosobo. Tujuannya adalah kesatuan dan keseragaman dalam informasi mengenai Wonosobo. Rembug online juga menjadi wadah silaturahmi dan kolaborasi bagi akun social media Wonosobo yang mempunyai satu tujuan untuk memperkenalkan Wonosobo melalui social media. Kedepannya akan dilakukan Rembug Online kembali untuk memajukan Wonosobo melalui social media. Akhir kata “Mari satukan tagar untuk majukan Wonosobo!”.

 

Reporter            : Rofikotul Jannah

Penyunting      : Maulidatuz Zahroo

 

Silaturahmi Internal Wonosobo Muda

Silaturahmi Internal Wonosobo Muda

Silaturahmi Wonosobo Muda di Rumah Faid Nawawi Desa Jojogan, Kejajar. Masih dalam suasana lebaran, pada awal Juli kemarin beberapa anggota Wonosobo Muda menyelenggarakan kegiatan halal bihalal. Ajang ini sekaligus menjadi kesempatan untuk saling bertukar pikiran dan gagasan untuk Wonosobo.

Terima kasih, PSDM Wonosobo Muda yang sudah menginisiasi kegiatan ini!

Rembug Online Bareng Social Media Wonosobo

Rembug Online Bareng Social Media Wonosobo

Halo Aktivis / penggiat Media sosial di Wonosobo, kami Divisi Social Media Specialist Wonosobo Muda punya acara kece nih. Di Hari Spesial Wonosobo ke 192 kita nimbrung acara bertajukkan “Rembug Online Bareng Social Media Wonosobo”

Berawal dari menjamurnya akun socialmedia Wonosobo yang hits nya di mana-mana, kita pengen bikin wadah para adminer akun socialmedia Wonosobo biar makin kompak publikasi all about Hari Jadi Wonosobo 192 dan Wonosobo tentunya.

Dalang dari Wonosobo bisa dikenal dimana-mana juga karena adminer-adminer Wonosobo ini loh.
So.. penasaran bakal ngapain aja di Rembug Online Bareng Socmed? Yuk ah, buruan konfirmasi kehadiran buat ikut ngumpul para adminer akun socialmedia Wonosobo.

Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 15 Juli 2017 di Pendopo Bupati Wonosobo. Menghadirkan Socialmedia influencer Dyodoran dan pelopor gerakan nasional anti hoax Septiaji Eko Nugroho.

WM Mercusuar: Upaya Kami Untuk Menjembatani Informasi Perguruan Tinggi

WM Mercusuar: Upaya Kami Untuk Menjembatani Informasi Perguruan Tinggi

Hai kamu yang baru lulus SMA!
Sudah siapkahkamumenujuduniakampus?
Masih galaukah kamu sama jurusan yang mau diambil?
Atau sudah dapet kampus tapi bingung mau ngapain lagi?
Yuk daftarkan diri kalian di WM Mercusuar
*Apa itu?*
WM Mercusuar adalah fun camp/nginep ceria sehari semalam untuk persiapan masuk perguruan tinggi yang dirancang untuk memberikan pembekalan bagi calon mahasiswa agar siap dalam menghadapi kehidupan kampus.
Lokasinya di salah satu rumah penduduk di kawasan Dieng. Tidak perlu khawatir karena ada pengawasan orang dewasa
Kegiatannya meliputi cerita dan konsultasi seputar kampus.
*Dengan Siapa?*
Alumni-alumni dari berbagai universitas di Indonesia akan berbagi pengalamannya dengan kamu….
*Materinya apa?*
– Kelas Menentukan dan Memantapkan Jurusan
– Strategi Belajar Ujian Masuk
– Kelas Perencanaan kuliah
– Pengenalan Kehidupan Kampus
– Gambaran Pasca Kampus
– Dan masih banyak lagi sesi menarik lainnya
*Kapan & Dimana?*
13-14 Mei 2017 (mulai sabtu sore sampai minggu siang)
*Cara ikut?*
Daftarkan dirimu melalui format berikit:
WMMercusuar_Nama Lengkap_Asal Sekolah
Kirim ke nomor berikut (SMS/WhatsApp):
089643253639
Ayo buruan daftar!
Kuota terbatas loh, siapa cepat dia dapat.
Tunggu apa lagi, yok!
Nah untuk info lebih lanjut cek ricek kontak kami di poster diatas ya…..
Salam
Tim Project Wonosobo Muda
#WMGoesToSchool : Wonosobo Muda Berbagi Semangat di SMP Alfa Ali Masykur

#WMGoesToSchool : Wonosobo Muda Berbagi Semangat di SMP Alfa Ali Masykur

Wonosobo Muda kembali mengunjungi sekolah-sekolah di Wonosobo untuk membagikan semangat untuk bersekolah dan meraih cita-cita. Kali ini tim relawan Wonosobo Muda berangkat ke SMP Alfa Ali Masykur di Mojotengah. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 22 April 2017 ini diikuti oleh ratusan siswa-siswi SMP Alfa Ali Masykur.  Tim relawan Wonosobo Muda membagikan inspirasi dan cerita-cerita penuh semangat dari anak-anak muda Wonosobo. Kegiatan berlangsung dengan seru dan sangat interaktif.

Terima kasih buat adik-adik SMP Alfa Ali Masykur yang sudah mengundang dan menerima kehadiran kakak-kakak Wonosobo Muda untuk berbagi. Terima kasih pula untuk kawan-kawan relawan Wonosobo Muda yang sudah ikut bergabung untuk berbagi semangat. Semoga kedatangan Wonosobo Muda ke sekolah kalian bisa menginspirasi dan memberi semangat ya!

Sampai jumpa di sekolah-sekolah berikutnya!