Menghubungkan Cita-Cita

Menghubungkan Cita-Cita

Masih ingat dg program kami yg namanya Jembatani?
Jembatani atau Jembatan Pendidikan Indonesia adalah project WM yg mengajak kakak-kakak sekalian untuk berkunjung ke sekolah dasar dan berbagi inspirasi kepada adik-adik untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yg lbh tinggi, sekaligus mengenalkan beragam cita-cita.

Kegiatan yg telah berlangsung bulan Februari lalu berlangsung seruu :’D
Waktu itu semua adik2 menuliskan surat cita-cita nya di sebuah kertas. Cita2 tersebut kemudian kami rangkum menjadi 17 surat cita-cita.
Apakah cita-cita itu hanya sekedar menjadi tulisan?
Tentu tidak!

Untuk itu, kami berniat meneruskan semangat adik2 kita ini melalui program lanjutan dari Jembatani, yaitu program #Semangati.
Semangati ingin membantu adik2 peserta Jembatani yg sudah menulis cita-cita agar mendapat semangat dr kakak2 yg berprofesi serupa dengam cita2 adik2 kita yang kemudian akan dituangkan dalam bentuk serupa surat semangat.

Ini dia daftar cita-cita dari adik-adik kita ūüôā

[huge_it_slider id=”2″]

Mau ikutan ngasih semangat?
Bagaimana cara berpartisipasi?
1. Kami punya 17 profil adik2 dengan berbagai macam cita2.
2. Kamu bisa pilih mana yg akan kamu balas surat cita-citanya. Apa aja ya cita2nya? lihat galleri di atas ya
3. Jika kamu bukan berprofesi sm dengan cita-cita mereka, dan km punya teman dengan profesi tsb, yuk bantu hubungkan!
4. Tenang aja, surat nya gak perlu dikirim lewat pos. Cukup kirim ke email kami di wonosobomuda@gmail.com dengan subjek
[Semangati] [Nama] [Profesi]
Serta jangan lupa cantumkan biodata singkat (berupa nama, no.hape, dan alamat domisili) selain itu jg profil singkat kamu.

Satu surat bisa jadi berjuta semangat!
Because posts of you can make a difference.

Kilas Balik ‚ÄúCerita Dua Cita-Cita‚ÄĚ

Kilas Balik ‚ÄúCerita Dua Cita-Cita‚ÄĚ

kilasPada 7 September 2015 lalu, bertempat di gedung Sasana Adipura, dilaksanakan acara Cerita Dua Cita-cita yang merupakan salah satu rangkaian acara Pameran Buku Gramedia yang diselenggarakan pada pukul 14.00 sampai 16.00. Tim Wonosobo Muda mendapatkan sebuah kesempatan untuk menjadi penyaji dalam acara tersebut dengan mengangkat tema Kiprah Anak Muda dalam Berkarya dan Meraih Cita-Cita. Berikut ulasannya:

Adalah mas Geni Isno Murti dan mas Kristian Satrio Arwanto (Templek) yang menjadi narasumber, serta , mas Affix Mareta bertindak sebagai moderator yang membawakan jalannya acara Cerita Dua Cita-cita pada kesempatan tersebut. Saat ini, mas Geni sedang menempuh pendidikan S2 di Jerman tepatnya di Offenburg University of Applied Science pada jurusan telco and media engineering. Sementara itu, mas Templek sedang sibuk dengan kegiatan promosi single terbarunya bersama Rigby Band sebagai basist.

Perjalanan Mas Geni untuk mengenyam pendidikan pasca sarjana-nya saat ini diakuinya berawal dari ‚Äúkeisengannya‚ÄĚ mengirimkan aplikasi beasiswa Kementrian Pendidikan saat ia masih berada di salah satu site Adaro Energy di Kalimantan. Lamaran yang awalnya sekedar iseng tersebut ternyata diterima, sehingga kini dia dapat mengenyam pendidikan di bidang yang ia inginkan tesebut.

Lain halnya dengan mas Geni, impian mas Templek dan Rigby Band untuk masuk ke dapur rekaman diawali dengan mengirimkan video klip, yang membawa mereka lolos seleksi dan berhak mengikuti audisi final di Hard Rock Café Bali. Meskipun tidak memenangkan kejuaraan tersebut, sekembalinya dari Bali, ternyata Rigby Band  mendapatkan telepon berupa penawaran kontak di salah satu mayor label di Indonesia, hingga saat ini mereka telah merilis dan tengah mempromosikan single-nya yang berjudul Tuhan Jangan Lama-Lama.

Ketika ditanya apa yang mereka lakukan selama SMA sehingga saat ini bisa membawa mereka sukses berkarya di bidang masing-masing, kompak, keduanya memberikan banyak bermain sebagai jawabannya. Meskipun banyak bermain, mas Geni mengaku tetap bertanggung jawab dengan pendidikannya sehingga keduanya dapat berjalan seimbang. Sementara itu, mas Templek merasa bahwa awal karirnya di bidang musik diawali semasa SMA, ketika dia dipercaya oleh guru seni musiknya untuk merawat ruang bermain musik di SMA, yang membuatnya mengenal berbagai alat musik yang saat ini menjadi sahabatnya dalam berkarya.

Memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan di luar Wonosobo membuat keduanya sering terjun dalam berbagai aktivitas yang mengenalkan mereka pada teman-teman baru dari berbagai daerah. Dari sinilah, mas Templek mengembangkan band-nya saat ini. Sementara bagi mas Geni, belajar bersosialisasi, demo dan lainnya membuat mentalnya lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Mas Geni dan mas Templek juga sama-sama mengamini bahwa dalam perjalanan mereka di bidangnya masing-masing banyak hal yang telah mereka lalui, baik yang memberikan pengalaman yang enak maupun tidak enak untuk diingat, meskipun demikian, mereka setuju bahwa pengalaman, akan menjadi guru terbaik bagi kita untuk mencapai cita-cita masing-masing. Selamat bermimpi, dan bercita-cita, sahabat muda Wonosobo :) Kilas Balik "Cerita Dua Cita-Cita" simple smile