Pulang…

Pulang…

Menjadi muda adalah fase yang akan dialami siapapun yang berumur panjang, tapi menjadi tetap berjiwa muda adalah pilihan bagi yang menginginkan. Jiwa muda adalah jiwa yang memiliki semangat membara dan idealisme yang teguh. Meski kadang kurang pertimbangan, tetapi tindakan yang spontan dan dilatari oleh semangat merubah dan idealisme yang tinggi memberikan dampak besar bagi lingkungannya. Berjiwa muda juga tentang pilihan mengelola idealisme dan semangat. Jika bisa disalurkan untuk  kebaikan maka baiklah lingkungan kita, akan tetapi jika disalurkan sebaliknya, maka akan hancur pulalah dirinya. YA, berjiwa muda adalah pilihan yang bisa kita ambil.

Lalu sore itu, di bawah langit depok yang berawan, tiga anak manusia yang merasa berjiwa muda berkumpul, membawa semangatnya sendiri-sendiri. Berbicara penuh bara idealisme, tentang politik, ekonomi, sosial, budaya dan segalanya. Tapi ada satu yang menyatukannya: kampung halaman. Tiga anak manusia itu lahir di kampung yang sama, di bawah kekuasan bupati yang sama. Daerah kecil nan indah bernama Wonosobo.

Ada keunikan tersendiri dari kota ini, meskipun diklaim sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah, akan tetapi daerah ini juga melahirkan sosok-sosok yang outstanding, yang bisa berjaya di negeri sendiri dan negeri orang dalam bidangnya masing masing. Mereka begitu menginspirasi bagi banyak orang di indonesia. Tapi sayang, ada jurang yang sangat dalam dan jauh antara mereka yang menginspirasi dan sebagian warga Wonosobo yang masih hidup dibawah garis kemiskinan. Hal yang akhirnya dipikirkan dengan sederhana oleh mereka bertiga, yaitu menjadi jembatan anatara mereka yang menginspirasi dan mereka yang butuh inspirasi.

Tak hanya itu, kekayaan alam dan keindahan alam yang melimpah di kabupaten kecil ini juga menjadi perhatian tiga anak manusia yang sore berbincang di kedai kopi. Kekayaan dan keindahan alam itu belum diberdayakan secara maksimal.

Selain itu pengalaman di tanah rantau telah mendorong keinginan berbagi, meskipun hanya berbagi ide, semangat dan sedikit ilmu, kepada pemuda pemuda Wonosobo dimanapun mereka berada untuk bergabung, menjadi jembatan inspirasi dan lebih mengoptimalkan potensi tanah kelahirannya.

Dan pada sore itu, terbentuklah Wonosobo Muda yang mencoba menginspirasi dan memberdayakan. Saat itu pula mereka bertiga mulai melambaikan tangan utnuk mengajak sebangsanya dari kaum muda yang memiliki ikatan darah dengan tanah kelahiran yang sama untuk ikut berpartisipasi dalam menginspirasi. Perjalanan berlalu begitu cepat dari mereka bertiga hingga kini berlipat menjadi lebih dari 60 pemuda mencoba menjadi jembatan inspirasi dan bara idealisme.

Kongkow demi kongkow, wawancara demi wawancara, kegiatan demi kegiatan membawa gerakan ini semakin tersenyum dan menjadi kesenangan tersendiri.

***

Dan aku, ada pada salah satu mereka bertiga. Mengikuti perjalanan, dengan semangat yang berkobar kobar, hingga kadang menjadi inspirasi atau kadang menjadi amarah dalam berbincang. Tapi, semangat yang sama dan tujuan yang sama terus mengikat kami. Dalam perannya masing masing, mencoba terus mengoptimalkan apa yang bisa dilakukan. Karakter yang berbeda antara kami bertiga membuat kita kadang saling melengkapi dan kadang saling tak bisa mengerti. Bersama mereka, kakak-kakak saya, kami mencoba merenungi dan bergerak dijalan ini. Melewati segala rintangan yang menerjang, yang entah kedepan akan lebih berat atau lebih tenang.

Wonosobo Muda bagiku merupakan wadah para anak muda Wonosobu untuk berkreasi, berimajinasi, bergerak, dan menginspirasi. Mereka bebas untuk berkarya dan membangun Wonosobo sesuai dengan nilai atau norma masyarakat dan juga profesionalisme. Ibaratnya Wonosobo itu adalah sebuah tempat ngumpul dan nongkrong-nya anak muda yang mempunyai inisiatif untuk bisa menuangkan ide, berdiskusi, lalu mengeksekusi.

Selain itu, Wonosobo Muda juga bisa menjadi jembatan bagi siapapun mereka yang mempunyai ikatan dengan Wonosobo, bagi siapapun yang ingin “pulang” ke Wonosobo. Ya, pulang dalam arti luas. Entah memang pulang secara fisik, atau pulang secara gagasan, ide, dana, logistik, ataupun bentuk lain yang intinya untuk membangun dan memajukan Wonosobo. Karena dari pulangnya mereka, kita punya harapan. Mereka pulang membawa kebaikan, ilmu pengetahuan, dan kerinduan yang sangat kepada tanah kelahirannya.  Bayangkan, kerinduan dan kecintaan berpadu dengan ilmu pengetahuan dan logistik yang mumpuni. Itu tidak hanya akan menjadi semangat yang membara, tapi juga keniscayaan terbentuknya Wonosobo menjadi sebuah kota kecil yang menginspirasi kota kota lainnya.

Oleh karena itu, dari corong Wonosobo Muda ini aku dan kita semua anak-anak muda yang tergabung di Wonosobo Muda ingin berseru kepada kalian semua yang mempunyai ikatan dengan kota kecil nan permai ini baik yang ada di Wonosobo maupun yang di luar Wonosobo untuk kembali pulang. Karena gagasan dan segala ilmu pengetahuan yang kalian punya, ditunggu oleh rindu berat dari tanah leluhurmu. Ya, mereka ingin melihat kita melangkah bersama untuk maju.

“Wahai saudaraku.
Pulanglah!
obatilah rindumu.

Pulanglah dengan ragamu,
pulanglah dengan gagasanmu,
pulanglah dengan ilmu pengetahuanmu

Karena air disini telah lama merindukan mulutmu
Tanah disini telah lama merindukan jejak langkahmu,

Pulanglah!
kami akan menyambutmu
Dengan tarian pohon yang bersimponi dengan angin yang merdu
Diiringi gamelan dari gemericik air yang teguhkan jiwamu
Serta senyum mesra dari tanah-tanah ulayat leluhurmu.”

 

Abdul Choliq

Depok, 23 Maret 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *