Gerakan Jembatan Pendidikan Indonesia #JEMBATANI

Gerakan Jembatan Pendidikan Indonesia #JEMBATANI

Wonosobo, 26 Januari 2015 menjadi hari pertama dilaksanakan Gerakan Jembatan Pendidikan Indonesia atau #JEMBATANI, tepatnya di Desa Jojogan, Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Gerakan ini awalnya merupakan wujud pengabdian diri pada tanah kelahiran. Dengan sasaran siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) gerakan ini mengusung tema “Mimpi Besarku”. Tujuan dari gerakan ini adalah untuk menanamkan kembali kepada anak-anak bahwa mimpi atau cita-cita itu sangat penting dan menjadi awal dari perjalanan panjang mereka nantinya, tentunya disampaikan dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Dengan menanamkan pentingnya cita-cita dari dini, diharapkan anak-anak akan semakin termotivasi untuk meraih mimpi dan cita-cita mereka. Pesan yang ingin disampaikan secara tidak langsung adalah untuk terus bersemangat mengenyam pendidikan, apapun latar belakang dan masalah yang dihadapi siswa-siswi, kaena kami yakin pendidikan adalah hak setiap anak.

IMG_20150130_103306_zps18a93436
Visualisasi Mimpi

Adalah SD Negeri Jojogan dan MI Ma’arif Jojogan yang menjadi pilot project untuk gerakan #JEMBATANI selama 6 hari penuh, dimulai tanggal 26-31 Januari 2015. Pemilihan tempat di desa Jojogan didasarkan pada pertimbangan bahwa penggagas merupakan penduduk asli desa setempat. Sesuai dengan konsep “Kado pulang untuk tanah kelahiran” yang diusung Wonosobo Muda yang merupakan organisasi yang menjadi naungan gerakan #JEMBATANI ini, kami memulai gerakan ini. Sedangkan kenapa dipiliah gerakan yang bertema pendidikan dan cita-cita adalah karena fakta yang ada di daerah tersebut, dimana tingkat pendidikan masyarakat masih tertinggal dibanding daerah lain di Wonosobo, juga faktor motivasi yang kurang di tubuh masyarakat sendiri untuk bersekolah dan menuntut ilmu.

Walaupun masih tergolong awal dan merupakan project pertama dari oganisasi yang didirikan pemuda-pemudi asli Wonosobo ini, namun respon yang diterima baik dari pihak sekolah maupun dari siswa-siswi sangatlah positif. Hal ini ditandai dengan antusiasme siswa-siswi yang tinggi, salah satunya bisa dilihat dari sesi pertunjukkan yang hampir diikuti oleh semua siswa-siswi sekolah setempat. Adapun kegiatan yang dilakukan di gerakan ini antara lain: Senam Otak, Menulis Mimpi, Pengenalan Profesi, Membuat Pohon Cita-cita, Pertunjukkan Seni, Surat Semangat dan berbagai macam permainan lain. Selain itu, untuk menunjang kegiatan ini supaya lebih berkesan bagi siswa-siswi yang mengikuti, dibuatlah salam khusus yang dinamakan “Salam Cita-cita”. Hal ini ternyata menarik perhatian siswa-siswi setempat. Setiap pertemuan selama seminggu tersebut selalu diawali dengan salam cita-cita dan senam otak.

photo1621_zps07451dcf

Kedepannya, gerakan ini akan dijadikan sebuah buku yang berisi tentang mimpi dan cita-cita dari anak-anak dataran tinggi dieng. Dalam pembuatan buku ini panitia akan melibatkan banyak pihak yang akan turut menyumbangkan ide dan tulisan  mereka. Nantinya buku ini akan didistrbusikan kembali ke sekolah tempat diadakan gerakan #JEMBATANI ini. Tujuannya adalah untuk mengingatkan kembali anak-anak akan kenangan mengenai mimpi dan cita-cita yang mereka tulis dan katakan dengan lantang di hari kemarin saat diadakan gerakan ini, dengan harapan bisa memotivasi dan memberikan semangat kepada mereka dalam meraih mimpi dan cita-cita mereka. Dengan motivasi tersebut, diharapkan siswa-siswi akan termotivasi untuk terus bersekolah dan bersemangat dalam menuntut ilmu. Langkah awal yang terbilang sukses dilakukan oleh Gerakan Jembatan Pendidikan Indonesia ini, membuat panitia dan seluruh jajaran organisasi Wonosobo Muda menjadi lebih bersemangat untuk menyongsong #JEMBATANI Part 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *