Wonosobo Young Leaders Summit: The Real Inspiration

Wonosobo Young Leaders Summit: The Real Inspiration

poster utama resized

Wonosobo Young Leaders Summit merupakan acara puncak dari rangkaian kegiatan Wonosobo Muda Festival. Wonosobo Muda Festival atau WM Fest sendiri merupakan simbolisasi dan perayaan kontribusi Wonosobo Muda untuk kota Wonosobo. Harapannya WM Fest menjadi gerbang semangat kontribusi anak muda untuk kota Wonosobo. Setiap tahunnya Wonosobo Muda akan merefleksikan kontribusi yang sudah dilakukan dan ingin dilakukan bagi masyarakat Wonosobo. Rangkaian kegiatan WM Fest meliputi Student Development Program Batch 1 dan Wonosobo Young Leaders Summit. Wonosobo Young Leaders Summit (WYLS) dirancang sebagai wadah bagi anak-anak muda calon pemimpin Wonosobo untuk saling berbagi inspirasi, bertemu, membangun komunikasi dan potensi kontribusi yang lebih besar bagi kota Wonosobo. WYLS diharapkan  dapat menjadi cikal bakal event anak muda bertemakan kepemimpinan terbesar di Wonosobo. Harapannya WLYS dapat terus berkembang dan menyebarkan dampak positifnya di masa depan. Tahun ini WYLS berfokus kepada 3 tema utama: Pendidikan, Jurnalistik, Lingkungan. Kegiatan WYLS meliputi empat kegiatan. Pertama, Leadership keynote speech oleh Maizidah Salas yang merupakan aktivis sosial dan pemberdayaan perempuan. Kedua, Workshop dan Diskusi Paralel dengan tiga tema yaitu: Pendidikan, Fotografi dan Lingkungan. Ketiga, Persembahan dan Graduation Day Student Development Program Batch 1. Terakhir, Social Side Event yaitu Donor Darah yang bersama dengan PMI Wonosobo. Kegiatan Workshop dan Diskusi Paralel dibagi kedalam tiga ruangan sesuai dengan tiga tema.

  1. Ruang Pendidikan “Education for All”

Sesi para pembicara akan ini memberikan gambaran pendidikan di pelosok-pelosok wilayah Wonosobo, serta menginspirasi anak-anak muda Wonosobo untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. Ruang ini akan diisi oleh pembicara yang menginspirasi diantaranya Nur Saudah Arifa (Danur) dari Wonosobo Mengajar, Lintang Esti merupakan pemerhati pendidikan, Iponk Alphablopo merupakan aktivis pendidikan dan Keluarga Harapan, Fahmi Kurniawan alumnus Kedokteran UI dan Ketua Paguyuban Mahasiswa Wonsobo.

  1. Ruang Lingkungan “Responsibility for Environment”

Di ruang Lingkungan, para pemimpin muda akan belajar melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan lewat hal-hal yang sederhana. Para peserta akan diajarkan memanfaatkan dan mengolah limbah rumah tangga menjadi barang yang layak pakai sehingga dapat mengurangi dampak pemanasan gobal. Kegiatan ini dikemas dalam Workshop dan Short Course. Workshop diisi oleh Kartini Sapta Widjijarti dan Muhammad Asfian dari Zero Waste Community. Di Short Course peserta diajak untuk melakukan pengolahan limbah organik menjadi pot organik oleh Pemateri Pramuka SMA 1 Mojotengah.

  1. Ruangan Fotografi “Capturing for Inspiring

Dunia fotografi dan media sosial saat ini sudah semakin maju. Semua orang dapat dengan mudahnya mengambil gambar dan membagikannya lewat media sosial. Agus Nonot yang merupakan street photographer akan mengajak peserta untuk belajar mendalami fotografi dan potensi di dalamnya yang mampu menginpirasi orang lain. “Jika tindakan anda menginspirasi orang lain untuk bermimpi lebih besar, belajar lebih giat, berbuat lebih banyak, dan menjadi lebih, maka anda adalah seorang pemimpin” ~Presiden John Quincy Adams~. Hei calon pemimpin muda, mari saling berbagi inspirasi dan bergabung bersama kami. Kapan? Minggu, 29 Januari 2017 pukul 08.00 – 15.00 di Pendopo Utama Bupati Wonosobo.  See you !!! Informasi lebih lanjut: Instagram       : @wonosobomuda Twitter           : @wonosobomuda Facebook       : Wonosobo Muda

Hasil Open Recruitment Desember 2016

Hallo Kawan Muda!
Bagi yang sudah menanti-nanti siapa saja yang diterima di open recruitment kemarin, ini dia hasilnya!

Divisi Desain dan Media

Nama Divisi
Afni widya Tanaya dewi Design grafis
Citra Suci Amandangi Design grafis
Wisnu Aji Pratama Design grafis
Putri Alya Difa Zain Fotografi
Muhammad Raihan Aditama Fotografi
Novita Dwi Susanti Fotografi
Akhmad Rofiq Fotografi
Helena Fyca Fotografi
Syafaq drajat ahnaf Fotografi
Tsany Abdirrohman Malik videografi
Diangga Meidiansha Rusdiarto videografi
Rifqi Daffa Rizqi videografi
Luthfi Ihza Mahendra videografi
Ratrie Cahyani videografi

Divisi Redaksi dan Web

Nama Divisi
Rofikotul Jannah Tim Redaksi
Firliyana Desari Tim Redaksi
Seti Listiani Tim Redaksi
Aulia rizqi nurdiana Tim Redaksi
Chandra Nugroho Erlangga Tim Redaksi
Tri Umami Tim Redaksi
Miji hapsari Tim Redaksi
Gina Utami Tim Redaksi
Ruspeni Tim Redaksi
Muslimah Tim Redaksi
Eko Bagus Kurniawan Web Development

Divisi Internal

Nama Peserta Divisi
liya amiatun Kesekretariatan
Syifa Khoirunnisa Pengembangan SDM
Nurma Khusna Khanifa Kesekretariatan
Nizar Arif Lazuardi Pengembangan SDM
Erma Setyani Kesekretariatan
Suci Ayunda Kosasi Kesekretariatan
Fahmi Kurniawan Pengembangan SDM
Triana Oktavianingtyas Pengembangan SDM

Divisi Social Media Specialist

Nama Divisi
Ririn Dwi Hartini Social Media Specialist
Roby jagadidaya Social Media Specialist
Recka Denny Laksmana Social Media Specialist
Atun Social Media Specialist
Adhitya Ilham Utoyo Social Media Specialist
Dwi Endah Cahyani Social Media Specialist
Syahrani Meila Inayah Social Media Specialist
Maharani Citra Amira Social Media Specialist
Agtrin Syahida Social Media Specialist
Heri Istanto Social Media Specialist
Era Septiyani Social Media Specialist
Adi Purwanto Social Media Specialist

Divisi Project Development

Nama Tim
Nidaul Hasanah Musrihah Inisiator Project
Taufik Hermawan Inisiator Project
Yuni Nur Raifah Inisiator Project
Laeli Nur Hasanah Inisiator Project
Risma Zulaichah Inisiator Project
NADYA GALIH PAMUKTI Inisiator project
Bunga Florida Cantika Dewi Inisiator Project
Fatih Faldhian Inisiator Project
Khaerul Umam Inisiator Project
SELFIRA SALSABILLA Volunteer
indarto latif Volunteer
Dhini Andriyani Volunteer
Zulfikar Imamputro Volunteer
Festi Dwijayanti Volunteer
Inka Ngelmi Nur Hidayah Volunteer
anggi eraska kalinggar Volunteer
Wilis Rinawati Kusumaningrum Volunteer
Sulistiyowati Volunteer
Mahardian Muhammad Firdaus Volunteer
Adhi Setyawan Volunteer
arisa chandra Volunteer
Dwi Prayoga Volunteer
Maulid Doni Rahman Volunteer
Syafriizal Arrasyid Volunteer
Ahmad Rifai Volunteer
M. Said Abdullah Volunteer
Rizka Fitirani Volunteer
Elisa Rahmawati Volunteer
Lutfi Tsara Zalsabela Volunteer
Nurvitriana Galuh Puspita Volunteer
Vivi Setiyanti Volunteer

Divisi Kebijakan Publik

Nama Divisi
Mahardika Agil Bima Kebijakan Publik
Rizki Surya Rivandi Kebijakan Publik

Divisi Bisnis

Nama Divisi
Ariska Supriyanti Bisnis WM
Pratika Indah Widyaningrum Bisnis WM
Joni Oktabaren Bisnis WM
Zulfi Aprilia Manaf Bisnis WM
Farih Rahman Hakim Bisnis WM
lelimila hasanah Bisnis WM

Divisi Humas dan Media Partner

 

Kurniaty Meiliani Gunawan Humas Media Partner
Latif Al Azhar Humas Media Partner
Fikki Nur Cahyo Humas Media Partner
Wisnu Hardono Humas Media Partner
Shindy Puti Regita Humas Media Partner
Ibrahim Bramantia Putra Humas Media Partner
Anisha Humas Media Partner
Gari Widodo Humas Media Partner
Student Development Program – Batch 1

Student Development Program – Batch 1

Menjelang akhir tahun, Wonosobo Muda mempersembahkan rangkaian kegiatan WM Fest 2016 yang ditujukan untuk menginspirasi generasi muda Wonosobo. Nah, salah satu dari rangkaian kegiatan yang ada di dalam WM Fest 2016 adalah Student Development Program. Program ini didesain khusus bagi pelajar di Wonosobo untuk mendapatkan mentorship, training, maupun pengalaman volunteering yang dapat mengasah skill dan potensi kepemimpinan dalam diri. Nah, bagaimana sebenanya kegiatan Studev Batch 1 tersebut? Mari disimak!

img-20161025-wa0000

Deskripsi Program

Kegiatan mentorship yang terdiri dari sharing session dan project task. Di mana keduanya dirancang untuk program pengembangan diri peserta. Program ini tidak terbatas pada bidang tersentu saja, melainkan fleksibel mengikuti minat dan perkembangan peserta selama program berlangsung. Dalam periode mentorship, para peserta akan mendapatkan banyak pengetahuan maupun inspirasi dari tokoh-tokoh muda di Wonosobo yang akan membagiiakn pengalamannya di berbagai bidang.

 

 

Program akan dilaksanakan dalam 3 metode, antara lain:

  • Social Media based
  • Class Management
  • Outdoor Activity

Siapa yang bisa ikut?

  1. Pelajar SMA/SMK/MA kelas 10-12 di seluruh kabupaten Wonosobo.
  2. Mau belajar dan bersedia mengikuti keseluruhan proses mentorship
  3. Mengisi Form dan kirim esai
  4. Tidak dipungut biaya pendaftaran

Durasi Program

4 bulan mulai November hingga Februari 2017. Program akan dirancang tidak mengganggu proses belajar mengajar dan kegiatan sekolah teman-teman.

Alur Pendaftaran

  • Calon peserta mengisi form pendaftaran secara online di link berikut : bit.ly/studevbatch1
  • Kemudian menuliskan Esai diri (Ceritakan kepada kami siapa diri kamu, panitia tidak akan memberikan batasan mengenai apa saja yang harus di ceritakan. Yakinkan kami jika kamu pantas menjadi peserta Studev angkatan pertama). Batas minimal tulisan adalah 2 halaman A4, spasi 1.5, Font Times New Roman 12 pt.
  • Setelah selesai membuat esai, calon peserta mengirimkan esai tersebut melalui email dengan format subject email : Studev1/Pendaftaran Peserta/Nama Lengkap

Kirim ke : wonosobomuda@gmail.com

  • Peserta diwajibkan melakukan konfirmasi kepada kontak tertera jika sudah mengirimkan esai melalui email
  • Peserta yang tidak mengumpulkan esai sampai tenggat waktu telah ditentukan tidak akan mendapat tidak lanjut dari panitia

Pengumuman Peserta akan diberitahukan melalui email.

Timeline Program

  • 24 Oktober : Periode Pembukaan Pendaftaran
  • 5 November : Tenggat Waktu Pendaftaran dan Pengumpulan Esai
  • 6 November : Pengumuman Peserta Studev Batch 1
  • 13 November : Opening Ceremony Studev Batch 1
  • November 2016 – Januari 2017 : 10 Minggu program Studev
  • Februari 2017 : Evaluasi dan Apresiasi

Contact Person: 089643253639 (Faid)

Ayo segera daftarkan diri kamu untuk mendapatkan kesempatan mentorship bersama tokoh-tokoh muda! Are you ready to be our future leader?

WM FEST [Coming Soon!]

WM FEST [Coming Soon!]

Inilah persembahan Wonosobo Muda di penghujung tahun: WM FEST!

coming-soon
WM Fest adalah sebuah rangkaian kegiatan inspiratif bagi anak-anak muda di Wonosobo. Apa saja kegiatannya?
💡Student Development Program
Ini program leadership mentoring seru buat teman-teman SMA/MA/SMK di Wonosobo yang berminta untuk mendapatkan sharing session bersama tokoh-tokoh muda Wonosobo.

💡Festival Bakat Mudaro
Buat teman-teman remaja dan orang tua, penting banget nih buat mengenal talent mapping atau potensi bakat teman-teman sejak dini. Acaranya seperti apa? Tunggu yaa!

💡Jembatani 3.0
Nah ini kegiatan tahunan WM berbagi cita-cita bersama adik2 sekolah dasar di desa-desa. Pastikan kamu ikut menjadi volunteer dan merasakan berbagi inspirasi yaa..

💡Wonosobo Young Leaders Summit
Nah ini nih acara puncak dari rangkaian kegiatan WM Fest! Ada apa di WYL Summit ini? Terus pantengin media sosial Wonosobo muda yaa!

www.wonosobomuda.com
Path: Wonosobo Muda
IG: @wonosobomuda
Twitter: @wonosobomuda
FB: Wonosobo Muda

#InspiringEmpowering

Nonton Bareng dan Diskusi Film Parenting “The Beginning of Life” : Masa Kanak-Kanak Menentukan Masa Depan Anak

Nonton Bareng dan Diskusi Film Parenting “The Beginning of Life” : Masa Kanak-Kanak Menentukan Masa Depan Anak

“How can we think of a world of peace, cooperation bliss, if the beginning of life is not taken into account?” The Beginning of Life.

nobar

Tanggal 13 September lalu, Wonosobo Muda bersama komnitas Mbakyu Blogger telah mengadakan acara nonton bareng film documenter berjudul The Beginning of Life disertai dengan talkshow bersama Ibu Sri Kurniasih, S.Psi, M.MPsi, seorang psikolog yang pernah menjadi konsultan di Unicef Semarang. Acara berlangsung di R.Multimedia Perpustakaan Daerah Wonosobo. Ada sekitar 60 peserta yang tertarik untuk hadir. Walaupun acara seperti ini terkesan diperuntukkan bagi para ibu dan bapak (muda), ternyata ada juga beberapa pemuda yang hadir, tertarik untuk belajar bagaimana ilmu mendidik anak. Film ini menyadarkan bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab orang tuanya, tapi juga semua elemen masyarakat.

Film The Beginning of Life yang dibuat oleh Estella Renner dengan bekerja sama dengan beberapa yayasan dan lembaga internasional ini berisi sejumlah informasi penting tentang pendidikan anak dipandang dari berbagai sisi. Film ini menampilkan wawancara terhadap pakar anak, orang tua, dan beberapa tokoh masyarakat dari berbagai negara, berbagai budaya, dan berbagai tingkat ekonomi dari mulai keluarga yang  berkecukupan hingga keluarga yang berada di kawasan kurang layak, bahkan keluarga tanpa orang tua.

Banyak hikmah yang bias diambil dari film ini. Penonton dibuat peduli untuk memperhaikan masa perkembangan anak sejak dari lahir. Sejak lahir setiap bayi sudah dianugerahkan kemampuan untuk bisa mempelajari apa yang ada di sekitarnya, seperti interaksi orang tua, interaksi terhadap alam dan lingkungan, dan bagaimana perlakuan orang-orang di sekitarnya. Seorang anak adalah pembelajar terbaik, belajar dari apa yang ada di sekitarnya, dan bukan kertas kosong yang bisa dijejali dengan kemauan orang dewasa. Seorang anak selalu dianugerahi rasa penasaran dan naluri eksplorasi terhadap banyak hal. Jadi penting bagi orang tua dan kita sebagai masyarakat menjadi pengarah dan fasilitator dalam perjalanan eksplorasi anak.

Anak-anak juga bukan makhluk kecil yang tidak bisa apa-apa, tapi pembejalar kecil yang selalu ingin tahu apa-apa. Oleh karena itu, masa kanak-kanak adalah fase yang penting dan tidak boleh disia-siakan. Rasa keingintahuan mereka mesti dimanfaatkan agar mereka bisa menyerap sebanyak-banyaknya pengalaman baik dan buruk, pengalaman secara emosi dan fisik. Misalnya biarkan anak-anak bermain di lingkungan sekitarnya. Jika jatuh, dia bisa merasakan rasa sakit sendiri yang membuat dia lebih berhati-hati. Itu lebih baik daripada hanya melarang tanpa pernah si anak merasakannya.

Film ini juga menekankan bahwa interaksi antara orang tua dan anak harus selalu terjaga. Sesibuk apapun seorang bapak/ibu, interaksi dan komunikasi harus senantiasa dijaga. Hal itulah yang akan menciptakan jalinan emosi orang tua – anak yang tak tergantikan di masa depan. Menurut Ibu Sri Kurniasih, kehadiran orang tua lebih penting daripada apapun, mainan apapun. Menjaga hubungan dengan anak lebih berharga daripada materi sebanyak apapun dan semahal apapun. Tidak hanya orang tua, kita sebagai orang dewasa juga bisa turut berkontribusi untuk pendidikan anak. Film itu mengisahkan, di sebuah daerah rural atau kumuh, di mana para orang tua belum mengerti bagaimana memfasilitasi anak dalam masa tumbuh kembangnya, orang dewasa lain yang sudah paham akhirnya mengambil peran di sana. Dia mendirikan semacam taman kanak-kanak untuk memfasilitasi anak bermain dan berinteraksi. Film ini menyadarkan bahwa pendidikan anak juga merupakan tanggung jawab masyarakat, karena tdak hanya menyangkut masa depan keluarganya, tapi juga masa depan generasi sebuah bangsa.

“When you pay attention to the beginning of the story, you can change the whole story.” The Beginning of Life.

(Apid)

Gerakan Jembatan Pendidikan Indonesia #JEMBATANI 2.0 Part 1

Gerakan Jembatan Pendidikan Indonesia #JEMBATANI 2.0 Part 1

01-06 Februari  2016

Wonosobo, 01 Februari 2016 menjadi hari pertama dilaksanakan Gerakan Jembatan Pendidikan Indonesia atau JEMBATANI 2.0 Part 1, tepatnya di Desa Gesing, Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Gerakan ini merupakan yang kedua kalinya setelah tahun lalu dilakukan di Desa Jojogan. Pada kali kedua ini Jembatani mendatangi tiga sekolah di tiga kecamatan yang berbeda, yaitu MI Ma’arif Gesing Kecamatan Garung, SD Tanjunganom Kecamatan Kepil, dan SD Patakbanteng Kecamatan Kejajar. Misi tahun kedua ini adalah bahwa kami ingin mengajak masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan ini. Dengan niat ingin memperluas kebermanfaat Jembatani, Wonosobo Muda sebagai induk organisasi membuka sekaligus mengajak semua orang yang tertarik mengikuti kegiatan untuk mendaftarkan diri menjadi volunteer. Selain mengajak volunteer dari luar organisasi, Sekolah-sekolah sasaran pun kami sebar kedalam beberapa daerah berbeda di Wonosobo.

jembatani2

Nafas utama gerakan ini masih sama hanya saja dengan formula yang telah di kembangkan lagi. Adalah untuk menanamkan kembali kepada anak-anak bahwa mimpi atau cita-cita itu sangat penting, tentunya disampaikan dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Dengan menanamkan pentingnya cita-cita dari dini, diharapkan anak-anak akan semakin termotivasi untuk meraih mimpi dan cita-cita mereka. Pesan yang ingin disampaikan secara tidak langsung adalah untuk terus bersemangat mengenyam pendidikan apapun latar belakang dan masalah yang dihadapi siswa-siswi, karena kami yakin pendidikan adalah hak setiap anak.

Dengan jumlah volunteer yang kurang lebih mencapai 18 orang, serta ditambah dengan panitia dari Wonosobo Muda, kami mendatangi tiga sekolah. Kegiatan ini dibagi menjadi 3 gelombang. Hari pertama dan kedua, MI Gesing menjadi tuan rumah kegiatan ini. Dua hari berikutnya giliran SD Tanjunganom yang kami datangi. Pada dua hari terakhir kegiatan di lakukan di SD Patakbanteng.

Melalui program Jembatani, Wonosobo Muda ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pendidikan itu sangat penting dan menjadi tanggungjawab kita bersama. Semangat ini kami aplikasikan melalui kegiatan pertemuan dengan orangtua atau wali murid dari siswa-siswi Sekolah Dasar yang kami datangi. Pertemuan tersebut kami manfaatkan untuk menyebarkan semangat peduli pendidikan dan segala informasi-informasi yang sekiranya dibutuhkan wali murid untuk pendidikan anak-anaknya. Respon yang diterima baik dari orang tua/wali murid, pihak sekolah maupun dari siswa-siswi sangatlah positif, yang ditandai dengan antusiasme dari semua pihak.

Adapun kegiatan yang dilakukan selama 6 hari Jembatani dilakasanakan antara lain: Senam Otak, Membuat Pohon Cita-cita, Pengenalan Profesi, Sosialisasi Wali Murid, Penyuluhan Kesehatan, Kelas Keterampilan, Pertunjukkan Seni, Surat Semangat dan berbagai macam permainan lain. Selain itu, seperti pada penyelenggaraan sebelumnya, setiap pertemuan selalu diawali dengan “Salam Cita-cita”. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran anak akan cita-cita mereka.

Kedepannya, gerakan ini akan dijadikan kegiatan rutin tahunan Wonoosbo Muda, mengingat antusiasme dan kebermanfaatan Jembatani. Disamping respon positif yang diperoleh, sama seperti kegiatan lain yang serupa, Jembatani belumlah sempurna, masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki lagi. Kedepannya Jembatani akan lebih mengembangkan formula yang lebih baik lagi dari sebelumnya, hal ini semata-mata karena kami yakin dan percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap anak dan merupakan tanggungjawab kita semua untuk memastikan itu. Bagi kawan muda yang tertarik untuk berpartisipasi, kami sedang menyiapkan Jembatani 2.0 Part 2 yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang.

1000 Kata dari Jogja

1000 Kata dari Jogja

1000 kata 2

Salam Wonosobo Muda!

Sabtu (30/4) lalu, Wonosobo Muda Chapter Yogyakarta  mempersembahkan “1000 Kata dari Jogja”, sebuah program yang bertujuan untuk memberikan inspirasi, motivasi dan informasi kepada pemuda-pemuda di Wonosobo khususnya siswa SMA/SMK/MA mengenai jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan kehidupan perkuliahan. Teman-teman dari WM Jogja bercerita semua pengalaman dan keluh kesahnya dari awal lulus SMA sampai di titik sekarang ini. Tujuannya kita pengen anak-anak SMA tidak mengalami kebingungan memilih jurusan dan universitas, juga tidak minder dengan halangan apapun demi meraih mimpinya. Disini kita juga share info beasiswa, kiat-kiat struggle di kota orang dan bagaimana mengatasi culture shock ketika keluar dari kampung halaman.

Yah intinya kita meng-encourage semua anak muda Wonosobo untuk dare to dream big and take a step out from their comfort zone. Jangan minder dengan kota-kota besar lain. Kita percaya Wonosobo juga punya banyak siswa jenius dan brilian. Kita memang dari kota kecil, tapi kita mempunyai mimpi besar dan berani mengambil langkah besar, kita juga dapat membesarkan kota kita tercinta.

Acara yang diselenggarakan di ruang rapat DPRD Kabupaten Wonosobo ini  mengundang masing-masing dua (2) perwakilan OSIS tiap SMA/SMK/MA di kabupaten Wonosobo.

Dihadiri 21 siswa, dari SMA Takhasus, SMK Pelita Al Qur’an, SMA 1 Kaliwiro, SMA 1 Kertek, SMA 1 Selomerto, SMK Muhammadiyah Wonosobo, SMK 2 Wonosobo, SMA 1 Wonosobo, SMA 2 Wonosobo, dan SMA NU Kejajar, mereka ini diharapkan menjadi agen informasi terkait pendidikan dan perkuliahan bagi siswa lain di sekolahnya.

Dibuka pukul 9 oleh  Fadlika selaku ketua acara “1000 Kata dari Jogja”, dilanjutkan penyampaian materi tentang “Pentingnya Pendidikan di Perguruan Tinggi Untuk Investasi di Masa Depan”  dari Agam Budi Satria, yang juga merupakan koordinator Wonosobo Muda Chapter Jogja.

Tak hanya itu, acara dimeriahkan Tongat Setiadi dan rekan-rekan dari StandUp Comedy Wonosobo. Sesi games semakin  mengakrabkan panitia dan para siswa hingga sesi sharing mimpi dan harapan di penghujung acara yang diikuti para peserta dengan sangat antusias. Keresahan, kebingungan para siswa banyak tersampaikan di forum sharing langsung dengan kakak-kakak mahasiswa yang telah berpengalaman.

Sharing seperti ini sesuai apa yang kami butuhkan, sangat berharap tidak berhenti sampai  acara ini saja,” ujar salah satu peserta.

 

Acara ditutup dengan di-launching-nya booklet #1000KatadariJogja yang dapat diakses di  http://1000Kata.wonosobomuda.com. Kami harap bisa menginspirasi kawan muda semua karena berisi cerita dan testimoni pemuda Wonosobo yang telah mengenyam maupun sedang menempuh  pendidikan di kota lain, sebagai bentuk kepedulian dan motivasi untuk siswa SMA/SMK/MA untuk sukses mencapai cita-cita mereka dan memperdalam keilmuan di tingkat pendidikan tinggi.Selain itu juga akan dibentuknya grup Whatsapp yang beranggotakan delegasi dari masing-masing sekolah (nantinya grup ini akan berisi update info beasiswa dll), yang diharapkan bisa menjadi pusat info untuk sekolahnya.

Tetapi karena banyak siswa SMA yang tidak memiliki Whatsapp, maka solusi yang kami tawarkan adalah membuat grup di Facebook. Yang nantinya akan diisi informasi pendidikan dan beasiswa.

Menghubungkan Cita-Cita

Menghubungkan Cita-Cita

Masih ingat dg program kami yg namanya Jembatani?
Jembatani atau Jembatan Pendidikan Indonesia adalah project WM yg mengajak kakak-kakak sekalian untuk berkunjung ke sekolah dasar dan berbagi inspirasi kepada adik-adik untuk terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yg lbh tinggi, sekaligus mengenalkan beragam cita-cita.

Kegiatan yg telah berlangsung bulan Februari lalu berlangsung seruu :’D
Waktu itu semua adik2 menuliskan surat cita-cita nya di sebuah kertas. Cita2 tersebut kemudian kami rangkum menjadi 17 surat cita-cita.
Apakah cita-cita itu hanya sekedar menjadi tulisan?
Tentu tidak!

Untuk itu, kami berniat meneruskan semangat adik2 kita ini melalui program lanjutan dari Jembatani, yaitu program #Semangati.
Semangati ingin membantu adik2 peserta Jembatani yg sudah menulis cita-cita agar mendapat semangat dr kakak2 yg berprofesi serupa dengam cita2 adik2 kita yang kemudian akan dituangkan dalam bentuk serupa surat semangat.

Ini dia daftar cita-cita dari adik-adik kita 🙂

Mau ikutan ngasih semangat?
Bagaimana cara berpartisipasi?
1. Kami punya 17 profil adik2 dengan berbagai macam cita2.
2. Kamu bisa pilih mana yg akan kamu balas surat cita-citanya. Apa aja ya cita2nya? lihat galleri di atas ya
3. Jika kamu bukan berprofesi sm dengan cita-cita mereka, dan km punya teman dengan profesi tsb, yuk bantu hubungkan!
4. Tenang aja, surat nya gak perlu dikirim lewat pos. Cukup kirim ke email kami di wonosobomuda@gmail.com dengan subjek
[Semangati] [Nama] [Profesi]
Serta jangan lupa cantumkan biodata singkat (berupa nama, no.hape, dan alamat domisili) selain itu jg profil singkat kamu.

Satu surat bisa jadi berjuta semangat!
Because posts of you can make a difference.

Kopdar Akbar 2.0 Wonosobo Muda

Kopdar Akbar 2.0 Wonosobo Muda

Minggu, 7 Februari 2016 menjadi hari yang bermakna bagi sebagian besar anggota Wonosobo Muda. Ada apa ya?
Pagi itu, langit Wonosobo masih mendung, dan akhirnya hujan. Namun akhirnya, cuaca mendukung terlaksananya rencana kami untuk melangsungkan aksi di Sunday Morning. Sekitar jam 7.30 hujan reda, hamdallah, kami tersenyum gembira, lega. Begitu juga dengan pedagang yang nampaknya juga khawatir tentang nasib dagangan mereka di Minggu pagi itu, langsung bergegas menjual barang dagangan nya. Continue reading