Wonosobo Muda di Festival Merdeka 2017

Wonosobo Muda di Festival Merdeka 2017

Festival Merdeka adalah salah satu rangkaian acara HUT Wonosobo untuk kemanusiaan dan Wonosobo berkelanjutan. Acara ini terdiri dari beberapa kegiatan bertema HAM yang diterapkan dalam bidang pendidikan, ekonomi, kreatif dan sosial. Acara ini bertujuan untuk memberikan ruang dialog, pertukaran ide, ekspose dan ekspresi kreasi.

Tahun 2017 ini adalah tahun kedua penyelenggaraan kegiatan yang mengusung tagline “Harmoni dalam Kebersamaan” ini. Wonosobo Muda pun turut memeriahkan dan berpartisipasi baik sebagai tim panitia maupun sebagai salah satu pengisi materi stand kegiatan yang diadakan pada tanggal 11-12 Agustus 2017 di Alun-alun Wonosobo. Yuk kita simak foto-foto keseruan kami dalam Festival Merdeka 2017 tersebut!

Mbakyu Blogger Edutalk#16 : Kupas Tuntas Wonosobo Muda

Mbakyu Blogger Edutalk#16 : Kupas Tuntas Wonosobo Muda

Ada yang masih belum paham, atau tau Wonosobo Muda komunitas apa sih? Mbakyu Blogger, melalui acara Edutalk-nya, mengupas tuntas tentang Wonosobo Muda. Simak ulasan berikut.

Sabtu, 5 Agustus 2017 lalu, Wonosobo Muda diberi kehormatan untuk berpartisipasi dalam Edutalk ke 16 yang bertepatan dengan Pesta Buku Gramedia 2017 di Gedung Korpri. Adalah dua co-founder Wonosobo Muda, Abdul Choliq dan Khafidlotun Muslikhah (Apid) hadir sebagai pembicara untuk mengupas WM mulai dari awal terbentuk, kenapa harus ada WM hingga kegiatan WM saat ini.

  1. Wonosobo Muda itu komunitas apa, siapa ketuanya dan berapa orang anggotanya?

Wonosobo Muda adalah bentuk kepedulian kami sebagai pemuda untuk berbuat sesuatu di kota kelahiran. WM diharapkan menjadi wadah untuk siapa saja yang berasal dari Wonosobo atau yang tinggal di Wonosobo untuk berkarya, membuat sesuatu yang bermanfaat untuk Wonosobo. Mungkin terdengar klise dan masih jauh dari kondisi sekarang, tapi kami akan tetap berusaha.

Ketuanya adalah Denis Dimas Permana, yang juga merupakan founder. Denis lah yang pertama menginisiasi dan mengajak Choliq dan Apid untuk membentuk WM.

Anggota Wonosobo Muda saat ini sudah mencapai 150 yang tersebar di berbagai wilayah domisili seperti Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Wonosobo. Anggotanya terdiri dari berbagai macam latar belakang, dari mulai siswa SMA hingga yang sudah bekerja dan berkeluarga. Kami membentuk sistem WM Chapter/region untuk memudahkan koordinasi dan selalu guyub atau terjaga silaturahimnya.

  1. Fokus WM di bidang apa?

Pada rancangan awalnya, kami ingin bergerak di beberapa bidang yang langsung bersentuhan dengan Wonosobo seperti pertanian, wisata dan ekonomi kreatif, kebijakan publik, pendidikan dan lingkungan. Namun saat ini kami memang masih berfokus pada bidang sosial dan pendidikan seperti bakti sosial, Jembatani, kunjungan ke sekolah, Student Development, dan Wonosobo Young Leader Summit. Saat ini beberapa bidang lainnya masih dalam tahap diskusi dan belum berwujud dalam kegiatan nyata.

  1. Bagaimana awal terbentuknya Wonosobo Muda?

Awalnya WM hanyalah pemikiran seorang Denis. Dua orang lainnya, tiba-tiba dihubungi untuk diajak berdiskusi di suatu malam. Setelah berdiskusi, ternyata kami mempunyai kesepahaman pentingnya dibuat suatu wadah untuk menampung pemuda Wonosobo yang ingin berbuat sesuatu untuk kotanya. Dan resmilah, mulai saat itu, weekend kami tersita, setiap akhir pecan bertemu untuk merealisasikan Wonosobo Muda, menyusun langkah awal untuk mengembangkannnya.

Kami memulai gerakan dari ranah media sosial dengan membuat beberapa akun social media, mengisi dengan beberapa quotes, dan menulis kisah-kisah orang Wonosobo yang sukses untuk dimuat di website dan disebarkan melalui sosial media. Dari sanalah WM mulai dikenal keberadaanya. Ada sambutan yang luar biasa dari para pemuda Wonosobo di sosial media. Pada akhir 2014, WM melakukan open recruitment anggota pertama dengan sekitar 70 anggota yang mendaftar. Awal 2015, kami melakukan kopdar akbar yang mengundang para aktivis sosial di Wonosobo, pemerintahan, hingga Pak Bupati (Kholiq Arief) menyempatkan hadir pada saat itu. Kopdar tersebut menjadi awal dari gerakan Wonosobo Muda di dunia nyata.

  1. Suka dan Duka WM selama 3 tahun apa saja?

Sukanya banyak sekali. Berkumpul Bersama teman-teman yang punya tujuan yang sama, serta menyaksikan bahwa banyak pemuda yang masih peduli dengan kota kelahirannya adalah salah satu suka yang tak ternilai harganya. Apalagi jika melihat teman-teman banyak yang antusias dalam menyusun dan melakukan kegiatan. Selain itu, bisa memberikan sesuatu kepada kota kelahiran, mengajak orang lain untuk ikut peduli, bisa berkorban untuk sesuatu yang kita sukai juga memunculkan kepuasan tersendiri selama menjalankan WM.

Untuk duka, Choliq dan Apid memiliki persepsi masing.masing. Menurut Apid, duka selama di WM adalah kesulitan dalam memahami karakter anggota-anggotanya dan membuat semua anggota bisa nyaman berkontribusi di WM. Ternyata itu tidak mudah karena anggotanya mempunyai berbagai macam latar belakang, terutama pendidikan. Tapi dari sana justru belajar lebih dalam memahami berbagai karakter manusia.  Menurut Choliq, tidak ada dukanya karena usaha memahami karakter orang lain menjadi sebuah proses yang harus diterima sebagai bagian dari berkembangnya komunitas. Jadi dukanya tidak ada.

  1. Program kerja apa saja yang sudah dilakukan, akan dilakukan dan rutin dilakukan?

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, program kami sebagian besar masih bergerak di bidang pendidikan, yaitu Jembatani, Student Development, Wonosobo Young Leader Summit, dan kegiatan kolaborasi lain seperti dengan Mbakyu Blogger dan Keluarga Sosial. Kami juga pernah mengadakan acara nonton bareng untuk para ibu muda, acara sharing pendidikan di SMP dan lembaga pendidikan informal, serta sharing kepada anak-anak SMA tentang perkuliahan.

Sebagian program tersebut dihasilkan dari obrolan saat kami berkumpul rutin di chapter masing-masing. Kami ingin menjadikan silaturahim sebagai kegiatan rutin. Dari sana, biasanya muncul ide-ide untuk membuat kegiatan. Dari kegiatan tersebut, keterikatan emosi antar anggota akan mulai terbangun, sehingga di manapun para anggota berada, hatinya akan selalu terpaut dengan Wonosobo atau selalu pulang. Karena kami mengartikan pulang itu tidak harus dalam bentuk fisik, tapi bisa dalam bentuk gagasan.

  1. Bagaimana hubungan adanya WM dengan kontribusi untuk Wonosobo?

Wonosobo Muda ingin menjadi sebuah wadah gerakan yang bertujuan meningkatkan partisipasi pemuda untuk pembangunan kota kelahirannya. Bentuk kontribusi kami ke Wonosobo adalah dengan menebarkan hal positif lewat tulisan dan gerakan yang inspiratif, bergerak lewat kegiatan yang kreatif dan inovatif, belajar mengasah kepekaan sosial lewat berbagi, memberdayakan potensi anak muda dengan membuka akses informasi, komunikasi, dan membangun jaringan.

Meskipun saat ini kami masih banyak bergerak di bidang pendidikan, kami sangat terbuka dengan kerjasama kegiatan, ide kegiatan yang bermanfaat, dan ajakan partisipasi di kegiatan Wonosobo. Di Wonosobo Muda, kami tidak hanya ingin berkontribusi keluar, tetapi juga bersama-sama belajar berbuat sesuatu yang bermanfaat.

  1. Apa pesan WM untuk pemuda-pemuda Wonosobo?

Teruslah belajar dari manapun dan siapapun, dan gali potensi diri untuk menjadi manusia bermanfaat, karena ilmu itu tidak hanya ada di sekolah.

  1. Bagaimana jika ingin bergabung dengan Wonosobo Muda? Syaratnya apa?

Jika ingin secara resmi bergabung, biasanya WM membuka open recruitment di akhir tahun. Jadi tunggu saja. Syarat secara administratif adalah berasal dari Wonosobo atau berdomisilu di Wonosobo. Syarat utamanya, yang penting punya kemauan untuk guyub dan urun rembuk buat Wonosobo. WM juga tidak mensyaratkan semua yang ingin ikut kegiatan harus masuk WM dulu, tapi silakan sekali jika ingin ikut berpartisipasi di acara atau kegiatan yang WM adakan, WM sangat terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung.