Gerakan Jembatan Pendidikan Indonesia #JEMBATANI 2.0 Part 1

Gerakan Jembatan Pendidikan Indonesia #JEMBATANI 2.0 Part 1

01-06 Februari  2016

Wonosobo, 01 Februari 2016 menjadi hari pertama dilaksanakan Gerakan Jembatan Pendidikan Indonesia atau JEMBATANI 2.0 Part 1, tepatnya di Desa Gesing, Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Gerakan ini merupakan yang kedua kalinya setelah tahun lalu dilakukan di Desa Jojogan. Pada kali kedua ini Jembatani mendatangi tiga sekolah di tiga kecamatan yang berbeda, yaitu MI Ma’arif Gesing Kecamatan Garung, SD Tanjunganom Kecamatan Kepil, dan SD Patakbanteng Kecamatan Kejajar. Misi tahun kedua ini adalah bahwa kami ingin mengajak masyarakat umum untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan ini. Dengan niat ingin memperluas kebermanfaat Jembatani, Wonosobo Muda sebagai induk organisasi membuka sekaligus mengajak semua orang yang tertarik mengikuti kegiatan untuk mendaftarkan diri menjadi volunteer. Selain mengajak volunteer dari luar organisasi, Sekolah-sekolah sasaran pun kami sebar kedalam beberapa daerah berbeda di Wonosobo.

jembatani2

Nafas utama gerakan ini masih sama hanya saja dengan formula yang telah di kembangkan lagi. Adalah untuk menanamkan kembali kepada anak-anak bahwa mimpi atau cita-cita itu sangat penting, tentunya disampaikan dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Dengan menanamkan pentingnya cita-cita dari dini, diharapkan anak-anak akan semakin termotivasi untuk meraih mimpi dan cita-cita mereka. Pesan yang ingin disampaikan secara tidak langsung adalah untuk terus bersemangat mengenyam pendidikan apapun latar belakang dan masalah yang dihadapi siswa-siswi, karena kami yakin pendidikan adalah hak setiap anak.

Dengan jumlah volunteer yang kurang lebih mencapai 18 orang, serta ditambah dengan panitia dari Wonosobo Muda, kami mendatangi tiga sekolah. Kegiatan ini dibagi menjadi 3 gelombang. Hari pertama dan kedua, MI Gesing menjadi tuan rumah kegiatan ini. Dua hari berikutnya giliran SD Tanjunganom yang kami datangi. Pada dua hari terakhir kegiatan di lakukan di SD Patakbanteng.

Melalui program Jembatani, Wonosobo Muda ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pendidikan itu sangat penting dan menjadi tanggungjawab kita bersama. Semangat ini kami aplikasikan melalui kegiatan pertemuan dengan orangtua atau wali murid dari siswa-siswi Sekolah Dasar yang kami datangi. Pertemuan tersebut kami manfaatkan untuk menyebarkan semangat peduli pendidikan dan segala informasi-informasi yang sekiranya dibutuhkan wali murid untuk pendidikan anak-anaknya. Respon yang diterima baik dari orang tua/wali murid, pihak sekolah maupun dari siswa-siswi sangatlah positif, yang ditandai dengan antusiasme dari semua pihak.

Adapun kegiatan yang dilakukan selama 6 hari Jembatani dilakasanakan antara lain: Senam Otak, Membuat Pohon Cita-cita, Pengenalan Profesi, Sosialisasi Wali Murid, Penyuluhan Kesehatan, Kelas Keterampilan, Pertunjukkan Seni, Surat Semangat dan berbagai macam permainan lain. Selain itu, seperti pada penyelenggaraan sebelumnya, setiap pertemuan selalu diawali dengan “Salam Cita-cita”. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran anak akan cita-cita mereka.

Kedepannya, gerakan ini akan dijadikan kegiatan rutin tahunan Wonoosbo Muda, mengingat antusiasme dan kebermanfaatan Jembatani. Disamping respon positif yang diperoleh, sama seperti kegiatan lain yang serupa, Jembatani belumlah sempurna, masih banyak hal-hal yang harus diperbaiki lagi. Kedepannya Jembatani akan lebih mengembangkan formula yang lebih baik lagi dari sebelumnya, hal ini semata-mata karena kami yakin dan percaya bahwa pendidikan adalah hak setiap anak dan merupakan tanggungjawab kita semua untuk memastikan itu. Bagi kawan muda yang tertarik untuk berpartisipasi, kami sedang menyiapkan Jembatani 2.0 Part 2 yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang.

1000 Kata dari Jogja

1000 Kata dari Jogja

1000 kata 2

Salam Wonosobo Muda!

Sabtu (30/4) lalu, Wonosobo Muda Chapter Yogyakarta  mempersembahkan “1000 Kata dari Jogja”, sebuah program yang bertujuan untuk memberikan inspirasi, motivasi dan informasi kepada pemuda-pemuda di Wonosobo khususnya siswa SMA/SMK/MA mengenai jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan kehidupan perkuliahan. Teman-teman dari WM Jogja bercerita semua pengalaman dan keluh kesahnya dari awal lulus SMA sampai di titik sekarang ini. Tujuannya kita pengen anak-anak SMA tidak mengalami kebingungan memilih jurusan dan universitas, juga tidak minder dengan halangan apapun demi meraih mimpinya. Disini kita juga share info beasiswa, kiat-kiat struggle di kota orang dan bagaimana mengatasi culture shock ketika keluar dari kampung halaman.

Yah intinya kita meng-encourage semua anak muda Wonosobo untuk dare to dream big and take a step out from their comfort zone. Jangan minder dengan kota-kota besar lain. Kita percaya Wonosobo juga punya banyak siswa jenius dan brilian. Kita memang dari kota kecil, tapi kita mempunyai mimpi besar dan berani mengambil langkah besar, kita juga dapat membesarkan kota kita tercinta.

Acara yang diselenggarakan di ruang rapat DPRD Kabupaten Wonosobo ini  mengundang masing-masing dua (2) perwakilan OSIS tiap SMA/SMK/MA di kabupaten Wonosobo.

Dihadiri 21 siswa, dari SMA Takhasus, SMK Pelita Al Qur’an, SMA 1 Kaliwiro, SMA 1 Kertek, SMA 1 Selomerto, SMK Muhammadiyah Wonosobo, SMK 2 Wonosobo, SMA 1 Wonosobo, SMA 2 Wonosobo, dan SMA NU Kejajar, mereka ini diharapkan menjadi agen informasi terkait pendidikan dan perkuliahan bagi siswa lain di sekolahnya.

Dibuka pukul 9 oleh  Fadlika selaku ketua acara “1000 Kata dari Jogja”, dilanjutkan penyampaian materi tentang “Pentingnya Pendidikan di Perguruan Tinggi Untuk Investasi di Masa Depan”  dari Agam Budi Satria, yang juga merupakan koordinator Wonosobo Muda Chapter Jogja.

Tak hanya itu, acara dimeriahkan Tongat Setiadi dan rekan-rekan dari StandUp Comedy Wonosobo. Sesi games semakin  mengakrabkan panitia dan para siswa hingga sesi sharing mimpi dan harapan di penghujung acara yang diikuti para peserta dengan sangat antusias. Keresahan, kebingungan para siswa banyak tersampaikan di forum sharing langsung dengan kakak-kakak mahasiswa yang telah berpengalaman.

Sharing seperti ini sesuai apa yang kami butuhkan, sangat berharap tidak berhenti sampai  acara ini saja,” ujar salah satu peserta.

 

Acara ditutup dengan di-launching-nya booklet #1000KatadariJogja yang dapat diakses di  http://1000Kata.wonosobomuda.com. Kami harap bisa menginspirasi kawan muda semua karena berisi cerita dan testimoni pemuda Wonosobo yang telah mengenyam maupun sedang menempuh  pendidikan di kota lain, sebagai bentuk kepedulian dan motivasi untuk siswa SMA/SMK/MA untuk sukses mencapai cita-cita mereka dan memperdalam keilmuan di tingkat pendidikan tinggi.Selain itu juga akan dibentuknya grup Whatsapp yang beranggotakan delegasi dari masing-masing sekolah (nantinya grup ini akan berisi update info beasiswa dll), yang diharapkan bisa menjadi pusat info untuk sekolahnya.

Tetapi karena banyak siswa SMA yang tidak memiliki Whatsapp, maka solusi yang kami tawarkan adalah membuat grup di Facebook. Yang nantinya akan diisi informasi pendidikan dan beasiswa.