Kilas Balik “Cerita Dua Cita-Cita”

Kilas Balik “Cerita Dua Cita-Cita”

kilasPada 7 September 2015 lalu, bertempat di gedung Sasana Adipura, dilaksanakan acara Cerita Dua Cita-cita yang merupakan salah satu rangkaian acara Pameran Buku Gramedia yang diselenggarakan pada pukul 14.00 sampai 16.00. Tim Wonosobo Muda mendapatkan sebuah kesempatan untuk menjadi penyaji dalam acara tersebut dengan mengangkat tema Kiprah Anak Muda dalam Berkarya dan Meraih Cita-Cita. Berikut ulasannya:

Adalah mas Geni Isno Murti dan mas Kristian Satrio Arwanto (Templek) yang menjadi narasumber, serta , mas Affix Mareta bertindak sebagai moderator yang membawakan jalannya acara Cerita Dua Cita-cita pada kesempatan tersebut. Saat ini, mas Geni sedang menempuh pendidikan S2 di Jerman tepatnya di Offenburg University of Applied Science pada jurusan telco and media engineering. Sementara itu, mas Templek sedang sibuk dengan kegiatan promosi single terbarunya bersama Rigby Band sebagai basist.

Perjalanan Mas Geni untuk mengenyam pendidikan pasca sarjana-nya saat ini diakuinya berawal dari “keisengannya” mengirimkan aplikasi beasiswa Kementrian Pendidikan saat ia masih berada di salah satu site Adaro Energy di Kalimantan. Lamaran yang awalnya sekedar iseng tersebut ternyata diterima, sehingga kini dia dapat mengenyam pendidikan di bidang yang ia inginkan tesebut.

Lain halnya dengan mas Geni, impian mas Templek dan Rigby Band untuk masuk ke dapur rekaman diawali dengan mengirimkan video klip, yang membawa mereka lolos seleksi dan berhak mengikuti audisi final di Hard Rock Café Bali. Meskipun tidak memenangkan kejuaraan tersebut, sekembalinya dari Bali, ternyata Rigby Band  mendapatkan telepon berupa penawaran kontak di salah satu mayor label di Indonesia, hingga saat ini mereka telah merilis dan tengah mempromosikan single-nya yang berjudul Tuhan Jangan Lama-Lama.

Ketika ditanya apa yang mereka lakukan selama SMA sehingga saat ini bisa membawa mereka sukses berkarya di bidang masing-masing, kompak, keduanya memberikan banyak bermain sebagai jawabannya. Meskipun banyak bermain, mas Geni mengaku tetap bertanggung jawab dengan pendidikannya sehingga keduanya dapat berjalan seimbang. Sementara itu, mas Templek merasa bahwa awal karirnya di bidang musik diawali semasa SMA, ketika dia dipercaya oleh guru seni musiknya untuk merawat ruang bermain musik di SMA, yang membuatnya mengenal berbagai alat musik yang saat ini menjadi sahabatnya dalam berkarya.

Memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan di luar Wonosobo membuat keduanya sering terjun dalam berbagai aktivitas yang mengenalkan mereka pada teman-teman baru dari berbagai daerah. Dari sinilah, mas Templek mengembangkan band-nya saat ini. Sementara bagi mas Geni, belajar bersosialisasi, demo dan lainnya membuat mentalnya lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

Mas Geni dan mas Templek juga sama-sama mengamini bahwa dalam perjalanan mereka di bidangnya masing-masing banyak hal yang telah mereka lalui, baik yang memberikan pengalaman yang enak maupun tidak enak untuk diingat, meskipun demikian, mereka setuju bahwa pengalaman, akan menjadi guru terbaik bagi kita untuk mencapai cita-cita masing-masing. Selamat bermimpi, dan bercita-cita, sahabat muda Wonosobo :) Kilas Balik "Cerita Dua Cita-Cita" simple smile

#MozBelajar Wonosobo Muda

#MozBelajar Wonosobo Muda

Sabtu, 5 September 2015 lalu, salah satu anggota Wonosobo Muda, Ahmad Munif mengadakan acara pelatihan Web Maker untuk siswa SMK dan umum. Acara tersebut diselenggarakan dua kali, yaitu di SMK 1 Wonosobo dengan peserta siswa SMK, dan di Perpusda Wonosobo dengan peserta umum.
Acara dimulai jam 14:00 WIB dan dimulai oleh sambutan dari Afix Mareta, Wakil Koordinator Wonosobo Muda. Setelah dilakukan pembahasan tentang Wonosobo Muda kepada peserta, kini giliran Munif menjelaskan tentang #MozBelajar yang berisi materi Webmaker. Continue reading